Lirik Wisata Halal, Jerman Siapkan Sarana Penunjang Turis Muslim

gomuslim.co.id Segmen wisata halal kini mulai banyak digarap sejumlah Negara di Eropa. Salah satu Negara yang mulai melirik wisata halal (halal tourism) ini diantaranya adalah Jerman. Hal tersebut terlihat dari mulai dipromosikannya makanan halal dan sarana penunjang bagi muslim traveler yang berwisata ke Negara tersebut.

Managing Director IndoGerman Travel, Dana Schuster mengatakan, pemerintah Jerman sudah mulai mempersiapkan sarana pendukung wisata halal. Ini disebabkan banyaknya wisatawan dari negara-negara Muslim seperti Arab Saudi, Turki, Lebanon dan negara Muslim Asia yang berkunjug ke Jerman.

"Selain makanan halal yang tidak mengandung babi, Pemerintah Jerman juga membangun lokasi untuk beribadah bagi muslim traveler, seperti musala-musala di airport atau masjid di beberapa tempat yang dikunjungi wisatawan," kata Dana saat pemaparan Tour Halal Jerman & Swiss dalam Silaturahim dan Tukar Wawasan Komunitas Pasar Wisata Halal di Jakarta, Selasa (21/1/2020). 

Dana menjelaskan, beberapa restoran di destinasi wisata di 'Negeri Romantis`ini bahkan sudah ada yang bisa melayani langsung permintaan wisatawan atau bisa dipesan terlebih dahulu, khususnya bagi wisatawan yang datang secara berkelompok atau rombongan.

Sedangkan untuk sarana ibadah, sambung dia, pemerintah Jerman juga telah membangun beberapa masjid atau yang mereka sebut dengan Moschee untuk wisatawan menjalankan ibadah salat. "Hanya saja, masjid di Jerman memang bukan seperti di negara lain atau negara Muslim di mana masjid-masjidnya berukuran besar atau masjid raya. Di Swiss dan Jerman masjid tidak megah namun yang penting bersih," ungkap Dana.

 

Baca juga:

Founder Cheria Holiday: Uzbekistan Bakal Jadi Destinasi Wisata Halal Baru Tahun 2020

 

Di beberapa destinasi wisata pun sudah dilengkapi dengan musala. Dana juga mengakui bahwa terjadi peningkatan jumlah wisatawan muslim, khususnya dari Indonesia yang berkunjung ke Eropa, seperti Jerman dan Swiss setiap tahunnya. Itu terbukti dari perjalanan wisata yang digarap IndoGerman Travel di mana meningkat tiap tahunnya. "Satu bulan bisa dua kali pemberangkatan, dan jumlahnya dalam setahun diperkirakan bisa mencapai 240 wisatawan," ucapnya.

Biasanya wisatawan yang didominasi kaum dewasa, senang mengunjungi tempat-tempat yang memiliki nilai historik yang memiliki arsitektur indah atau wisata alam. "Juga tak ketinggalan mereka shopping atau berbelanja untuk oleh-oleh dan bisa beribadah dan menikmati makanan halal tentunya," katanya.  

Sementara itu, Tour Leader, Andy Vatian Demvora mengakui potensi wisata halal cukup besar. Seperti yang ia jalani saat ini di mana ia bisa membawa rombongan dua kali perjalanan dalam sebulan. 

Diakuinya, kesiapan travel Muslim untuk menjual produk wisata halal selain haji dan umrah masih perlu ditingkatkan. Travel muslim, kata dia, masih belum siap untuk menjual produk wisata halal selain umrah dan haji. Akibatnya, peluang ini diambil oleh travel konvensional dengan membuat produk wisata Muslim. "Mereka melihat peluang tersebut dengan mulai mencari tahu tentang berbagai hal yang terkait dengan wisata halal," tutupnya. (Mr/elshinta)

 

Baca juga:

Mulai Serius Garap Wisata Halal, Singapore Tourism Board Siapkan Program Ini


Back to Top