Sistem Pendidikan Muhammadiyah Akan Dijadikan Acuan Pendidikan Islam di Bangsamoro Filipina

gomuslim.co.id – Utusan Kementerian Pendidikan Bangsamoro bertemu dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Gedung Dakwah Muhammadiyah di Menteng, Jakarta dalam penjajakan menjajaki kerjasama pendidikan dengan PP Muhammadiyah.

Untuk diketahui, Bangsamoro adalah etnoreligius Muslim yang terdiri atas 13 suku Austronesia yang mendiami Filipina bagian selatan. Pimpinan delegasi, Ismael Abdullah yang juga Acting Deputy of Madaris Ministry Education of Bangsamoro mengatakan bahwa Bangsamoro yang baru saja mendapatkan otonomi khusus perlu mengadakan sistem pendidikan mandiri yang memadukan antara kurikulum Islam dan umum.

 

Baca juga:

Lewat Pendidikan Budaya, Muhammadiyah Siap Jadi Pemersatu Negara di Asia Tenggara

 

Sistem pendidikan Muhammadiyah dianggap bisa menjadi acuan standar untuk pengembangan sistem pendidikan di sana. “Kami mengetahui bahwa lembaga ini (Muhammadiyah) adalah lembaga yang berhasil di bidang pendidikan Islam dan kami ingin belajar dari lembaga ini,” ujar Ismael.

“Selama ini sebelum memperoleh otonomi, yang didapat oleh anak-anak Bangsamoro adalah pendidikan sekuler. Sehingga kami perlu belajar kepada Muhammadiyah sebelum menerapkan pendidikan Islam,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Lembaga Hubungan dan Kerjasama Internasional (LHKI) PP Muhammadiyah Wachid Ridwan menyatakan bahwa PP Muhammadiyah telah terlibat intens dalam mewujudkan perdamaian hingga pemulihan Bangsamoro. Tergabung sebagai salah satu anggota International Contact Group (ICG).

Kini, Bangsamoro mendapatkan otoritas khusus untuk melaksanakan pemerintahan berbasis Islam setelah Presiden Filipina Rodrigo Duterte menandatangani Bangsamoro Organic Law pada Juli 2018. Muhammadiyah menaruh perhatian pada upaya peningkatan mutu pendidikan di wilayah otonomi itu.

“Kita ingin fokus pada pendidikan dasar dan menengah sebagai kontribusi positif Muhammadiyah,” ujarnya.

Wachid mengatakan bahwa bentuk kerja sama ini berupa pengembangan kurikulum.

“Mereka meminta secara khusus Muhammadiyah bagaimana mengelaborasi sekaligus mengkombinasikan antara kurikulum (pendidikan) agama dan kurikulum umum atau kurikulum nasional.”tambahnya  (nov/suaramuhammadiyah)

 

Baca juga:

Muhammadiyah Canangkan Program Pendidikan Berbasis e-Learning


Back to Top