Pemerintah Xinjiang China Tindak Tegas Restoran yang Pasang Plakat Halal Palsu

gomuslim.co.id- Produk halal merupakan kebutuhan utama bagi setiap muslim. Dalam hal ini termasuk makanan dan minuman yang di restoran. Namun, baru-baru ini sejumlah restoran di Ibu Kota Provinsi Xinjiang di Urumqi, China diduga memasang plakat halal tetapi menu yang ditawarkan tidak halal.

Merespon hal tersebut, pemerintah setempat memerintahkan beberapa restoran itu untuk menurunkan plakat halalnya. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk menjaga dan menjamin kehalalalan makanan di daerah berpenduduk mayoritas muslim tersebut.

Menurut otoritas setempat, untuk mendapatkan plakat halal, restoran harus memenuhi standar halal yang ditetapkan Asosiasi Islam China (CIA). Plakat halal dikeluarkan oleh Asosiasi dan setiap plakat terdapat nomor seri.

Pemerintah pun menegaskan bisa menutup restoran jika berplakat halal palsu itu tidak menurunkan. Makanan halal harus bersih dan sesuai dengan ajaran di dalam Alquran dan hukum syariah. "Hanya restoran yang telah mendapatkan sertifikat halal dari Asosiasi yang boleh memasang plakat halal," demikian pernyataan otoritas setempat seperti dilansir dari publikasi Global Times, Rabu (13/12/2017).

Dengan adanya perintah itu, aparat setempat menyebut hal demikian untuk melindungi pelanggan muslim. Makanan halal palsu tidak hanya mengganggu kehidupan sehari-hari, tetapi juga bisa membuat umat Muslim trauma mental yang berkepanjangan.

Pakar Marxisme di Chinese Academy of Social Sciences, Xi Wuyi, menganggap bahwa perintah itu ditujukan kepada mereka yang meremehkan hukum agama yang mereka anut terkait dengan kehidupan sehari-hari.

"Penghormatan pola makan kelompok etnis minoritas selama ini tidak berarti sesuai dengan faktor-faktor keagamaan dalam kehidupan sosial," demikian komentarnya yang diunggah di Weibo.

Sementara itu, CIA dalam pernyataannya mengungkapkan bahwa makanan halal harus bersih dan sesuai dengan ajaran di dalam Alquran dan hukum syariah. "Untuk menjamin makanan halal tersebbut murni melindungi pelanggan muslim dari perundungan spiritual. Makanan halal palsu tidak hanya mengganggu kehidupan sehari-hari, melainkan juga membuat mereka mengalami trauma mental berkepanjangan," demikian CIA di laman resminya.

Para pemilik restoran muslim harus mengajukan permohonan sertifikat halal dan dinyatakan lulus tes oleh asosiasi tersebut, demikian laporan harian milik partai berkuasa di China itu.

Salah satu poin agar restoran tersebut lulus tes CIA adalah bahan baku makanan yang diolah dan disajikan, seperti daging, berasal dari proses yang syar'i. (njs/dbs/foto:halhalal)


Back to Top