:
:
News
Perkuat Wisata Halal, Dinas Pariwisata Banda Aceh Giat Sosialisasikan Sertifikasi Halal untuk Hotel dan Restoran

gomuslim.co.id- Banda Aceh yang dikenal sebagai kota pariwisata ramah Muslim kian mengalakan sosialisasi halal ke berbagai sektor. Salah satunya yang sedang dijalankan oleh Dinas Pariwisata (Dispar) Banda Aceh adalah menggelar sosialisasi halal bagi pengusaha hotel, restoran, cafe, dan rumah makan, di Hotel Lading, Banda Aceh, Selasa (31/10/2017).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Dispar, Rizha Idris, dan diikuti 120 peserta dari berbagai usaha hotel dan kuliner di Banda Aceh. Ketua Panitia Kegiatan, Yustanidar mengatakan sosialisasi itu menghadirkan pemateri dari lintas lembaga yang terkait dengan kehalalan dan pariwisata, yaitu Dinas Pariwisata Aceh, Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika majelis permusyawaratan ulama (LPPOM MPU) Aceh, dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Banda Aceh.

“Kegiatan ini dirancang untuk mengerakkan pelaku usaha hotel maupun kuliner untuk mengurus sertifikasi halal, sebagai upaya meningkatkan pelayanan pariwisata di Banda Aceh dan mewujudkan wisata halal,” ujar Yustanidar.

Bahkan, saat ini sudah ada sekitar 58 unit usaha yang telah mengajukan pengurusan sertifikasi halal. Sementara itu, LPPOM MPU Aceh, Deni Candra MT menilai meskipun bahan dasar yang digunakan pengusaha Muslim dapat dipastikan bahan halal, namun serifikasi halal tetap dibutuhkan.

“Karena di era industri pangan saat ini, makanan tidak hanya direbus, dikukus atau digoreng. Tapi sudah diolah dengan bahan baku lain yang beraneka ragam,” tukasnya.

Saat ini, makanan sudah banyak yang dicampur dengan penyedap, pemanis, pengembang, dan perwarna. Maka sertifikasi halal harus dilakukan untuk memastikan bahan tambahan juga berasal dari produk halal.

Sementara itu, Pemerintah Aceh  sendiri sudah mengeluarkan Qanun Nomor 8 Tahun 2016 Tentang Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH). Sehingga semua usaha harus melengkapi dnegan sertifikasi halal yang dikeluarkan oleh LPPOM MPU Aceh. Bagi usaha yang belum memiliki diminta segera mengurusnya. (nat/tribunaceh/dbs/foto:disbudpar)

 

Other Article