Pentingnya Tabayyun Agar Tidak Menjadi Korban Berita Hoaks

gomuslim.co.id - Dulu informasi sangat sulit didapatkan. Berbeda dengan saat ini di mana akses informasi sangat mudah didapat. Namun demikian, cukup sulit untuk mengetahui mana informasi yang benar dan yang palsu.

Fenomena berita hoaks sudah marak terjadi sejak dunia digital semakin maju. Internet mampu menghadirkan berbagai kemudahan dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan informasi maupun pemanfaatan untuk kepentingan sosial ekonomi. Namun kehadiran internet juga banyak dimanfaatkan oleh oknum untuk melancarkan hal-hal tidak baik.

Kehadiran internet membuka ruang lebar bagi kehadiran informasi atau berita-berita bohong yang meresahkan bahkan mengadu domba banyak pihak. Informasi palsu dapat menggiring opini masyarakat terhadap sebuah hal.

Teknologi yang semakin canggih, ikut mempengaruhi penyebaran hoaks serta memberikan kemungkinan terjadi penyesatan informasi yang serius menjadi semakin banyak.

Majelis Ulama Indonsia (MUI) telah mengeluarkan fatwa nomor No. 24 tahun 2017 tentang hukum dan pedoman bermuamalah melalui media sosial, yang mengharamkan aktivitas yang menyebarkan hoaks.

"Aktifitas buzzer di media sosial yang menjadikan penyediaan informasi berisi hoaks, ghibah, fitnah, namimah, bullying, aib, gosip, dan hal-hal lain sejenis sebagai profesi untuk memperoleh keuntungan, baik ekonomi maupun non ekonomi, hukumnya haram. Demikian juga orang yang menyuruh, mendukung, membantu, memanfaatkan jasa dan orang yang memfasilitasinya" tertulis di Fatwa.

 

Baca Juga: 

Ini Fatwa MUI tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalah di Media Sosial

 

Fatwa tersebut memang tidak semerta menghilangkan konten hoaks di internet. Sampai saat ini masih masih banyak konten hoaks yang tersebar. Oleh sebab itu, kita harus teliti dalam membaca berita di media online dan media sosial.

Allah telah Firman Allah SWT yang memerintahkan pentingnya tabayyun (klarifikasi) ketika memperoleh informasi. "Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu" (QS. Al-Hujurat: 6).

Allah Ta’ala memerintahkan kita supaya mengklarifikasi berita dengan teliti. Kemudian mencari bukti buktikebenaran informasi tersebut. Hal ini bisa dilakukan dengan menelusuri sumber informasi berasal.

Periksa pembuat berita, cek kredibilitasnya. Pastikan media online yang anda baca memiliki redaksi dan badan perusahaan yang jelas. Sebab saat ini sangat mudah membuat sebuah website, blog lalu mengatasnamakan media.

Saat mendapat berita atau membaca berita, kita juga harus mengontrol diri. Jangan sampai kita langsung menyeberkan berita atau kabar tanpa mengetahui kejelasan sumbernya.

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya Allah menyukai tiga perkara dan membenci tiga perkara. Allah menyukai kalian beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, kalian berpegang teguh dengan agama-Nya dan tidak berpecah belah. Dan Allah membenci kalian dari mengatakan sesuatu yang tidak jelas sumbernya, banyak bertanya dan menyia-nyiakan harta." (HR. Muslim, Hadis No 3236).

Dalam hadits tersebut dikatakan bahwa Allah membenci orang yang mengatakan sesuatu yang tidak jelas sumbernya. Maka sebelum kita tahu kebenaran isi dan sumbernya, jangan langsung menyeberkan sebuah berita.

 

Baca Juga: 

Tips Menggunakan Media Sosial dengan Bijak

 

Sahabat gomuslim, di era digital yang membawa kemudahan dalam mendapat informasi ini, kita harus sangat teliti saat membaca berita. Tidak semua berita bisa kita percayai, klarifikasi terlebih dahulu. Jangan juga kita latah membagikan berita yang belum jelas. (wan)


Back to Top