Dua Yayasan Umat Gagasan UAS Bersama Sahabat dan Jamaah

gomuslim.co.id - Bermimpi punya ‘rumah besar’ bersama untuk berkhidmah kepada umat, Ustaz Abdul Somad (UAS) beserta sahabat-sahabat dan jamaah mendirikan Yayasan Tabung Wakaf Umat di Markaz Dakwah Nusaibah Pekanbaru Riau pada hari Sabtu, 14 Syawal 1441 H bertepatan dengan 06 Juni 2020.

Yayasan Tabung Wakaf Umat

Yayasan wakaf ini digagas sebagai wadah perjuangan untuk berkhidmat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di bidang ekonomi filantrofi yang fokus kepada pengelolaan wakaf. Melalui penggalangan Wakaf Asset, Wakaf Uang, Wakaf melalui Uang, dan instrumen wakaf lainnya. Yayasan wakaf menjalankan amanah secara produktif, profesional, dan amanah.

“Selama ini banyak orang ingin berwakaf. Saya tak mau terima. Saya belum ada waktu untuk mengelolanya. Disamping itu, saya khawatir harta wakaf menjadi aset pribadi saya dan keluarga saya. Padahal wakaf adalah amanah, agar dikelola; dipertahankan pokoknya dan dialirkan manfaatnya untuk umat. Hari ini saya terasa lega, karena kita telah berkumpul bersama dan sepakat membuat rumah besar tempat bernaung kita bersama. Semoga yayasan yang kita bentuk ini menyatukan gerakan kita bersama dan menjadi pengikat diantara kita. Kalau mati nanti, ada yang kita tinggalkan,” kata UAS.

Sebagai upaya untuk menjaga keamanahan dalam pengelolaan, 35 orang dilibatkan dalam kepengurusan yayasan ini. Mereka terdiri dari Ustadz Abdul Somad, sahabat UAS sewaktu kuliah di UIN Susqo tahun 1996, sahabat UAS alumni Al Azhar Mesir, dan jamaah, tetapi bukan milik UAS dan sahabat. Yayasan ini milik umat dan akan bermanfaat untuk umat.

Semua pihak yang bergabung ke dalam yayasan ini diharapkan memiliki azam berjuang dengan penuh pengorbanan dan keikhlasan untuk mengoptimalkan potensi wakaf.

Jika lembaga wakaf telah berhasil mengelola aset wakaf dan muncul surplusnya, nazhir wakaf diperkenankan mengambil pengganti tetes keringat maksimal 10 % dari surplus wakaf (sesuai aturan berlaku yang dikeluarkan oleh Badan Wakaf Indonesia (BWI)). Gaji nazhir wakaf tidak diambilkan dari pokok wakaf.

Pemanfaatan surplus wakaf diprioritaskan untuk sektor; pendidikan, sosial dan dakwah. Sektor Pendidikan berupa: pendirian lembaga pendidikan seperti universitas, pesantren, kuttab, dan sekolah tahfiz, biaya operasional lembaga pendidikan, dan kaderisasi SDM lembaga pendidikan melalui beasiswa. Agar terwujud lembaga pendidikan berbasis pemahaman Ahlussunnah wal Jama’ah dengan kemampuan finansial yang kokoh serta menjadi pusat kajian islam melayu dan benteng pertahanan Ahlussunnah wal Jama’ah nusantara di masa akan datang.

Sektor dakwah berupa program dakwah pedalaman, dakwah sub-urban, pembekalan dai, penyediaan alat ibadah dan belajar agama, kajian keislaman, dakwah media, dan lain-lain.



Dan pada sektor sosial berupa santunan terhadap kaum dhuafa yang kesusahan memenuhi kebutuhan pokok dalam hidup; agar tak ada lagi kaum dhuafa yang tidak makan, dan berbagai bentuk kebajikan lain untuk menyangga peradaban.

Sebagai bagian dari inisiator pendirian Yayasan wakaf, UAS akan mengoptimalkan potensi pribadinya dalam menggagas, mensupport, dan mengawal yayasan wakaf sesuai peran-peran strategis yang bisa diperankan langsung oleh UAS untuk pengembangan aset wakaf. 

Misalnya dengan memperkenalkan yayasan wakaf, melakukan komunikasi dengan pihak-pihak tertentu, mengisi kajian rutin yang digagas yayasan dan ikut serta dalam serah terima amanah-amanah yang ditujukan kepada yayasan wakaf sebagai bahan laporan publik untuk membangun kepercayaan masyarakat kepada lembaga wakaf.

UAS juga berharap lembaga wakaf ini benar-benar terkelola dengan penerapan prinsip-prinsip syariat yang benar dan menerapkan sistim manajemen profesional dan amanah serta layak menjadi lembaga wakaf percontohan bertaraf internasional.

Yayasan Tabung Wakaf Umat dilegalkan sebagai badan hukum dengan SK Kemenkumham AHU-0009901.AH.01.04 tahun 2020 dan mendapat izin operasional dari BWI Provinsi Riau tentang Pendirian Nazhir Organisasi No. 30/BWI/Riau/VII/2020.

Yayasan Waqaf Hajjah Rohana Berbagi

Sepeninggalan ibunda tercinta ke rahmatullah pada 18 Maret 2019 lalu, Ustaz kelahiran Asahan, Sumatra Utara, itu semakin terpacu untuk mendirikan yayasan yang concen pada pemberdayaan umat. Yayasan itu diniatkannya sebagai bentuk bakti dan doa dari seorang anak kepada ibu tercinta.

Maka berdirilah Yayasan Waqaf Hajjah Rohana Berbagi.

 

Yayasan ini terdaftar resmi di Kementerian Hukum dan HAM surat keputusan (SK) Nomor AHU-0013199.AH.01.04.Tahun 2019 serta Kementerian Agama SK Nomor B-2812/Kk.02.06/7/BA.01/09/2019.

Pusatnya berlokasi di kampung halaman UAS sendiri, yakni Jalan Syekh Silau Nomor 30 Dusun VI, Desa Silo Lama, Silo Laut, Asahan, Sumatra Utara.

Berbagai donasi yang dititipkan melalui yayasan tersebut menjangkau para dhuafa yang membutuhkan.

UAS menceritakan, salah satu program yang diselenggarakan Yayasan Waqaf Hajjah Rohana Berbagi ialah sembako bulanan bagi keluarga yang tidak mampu.

Tiap paket sembako berisi antara lain 10 kilogram (kg) beras, 1 kg gula pasir, 1 kg minyak goreng, 10 kaleng ikan sardin, 10 saset susu, satu bungkus roti. “Nominalnya, senilai Rp 300 ribu. Dalam bulan ini (November 2019), disalurkan 180 bungkus,” ujar UAS

Program sembako bulanan ini disalurkan tiap awal bulan, yakni antara tanggal 1 hingga 10, untuk para penerima manfaat dari kalangan dhuafa.

Sejak berdiri 5 September 2019-5 September 2020, Yayasan Waqaf Hajjah Rohana Berbagi telah membagikan 2,160 paket Sembako kepada masyarakat yang kurang mampu di Kecamatan Silau Laut, Kabupaten Asahan.

UAS berharap, yayasan yang dinamakan sesuai nama ibundanya ini dapat terus berkembang. Dengan demikian, semakin banyak kaum dhuafa yang akan tertolong.


Back to Top