:
:
Khazanah
Delhi, Pusat Kebudayaan dan Peradaban Islam di Negeri Bollywood

gomuslim.co.id – Jejak peradaban Islam tersebar di berbagai penjuru dunia. Salah satunya di India. Meskipun mayoritas penduduk India merupakan pemeluk Hindu, namun Islam pernah mengukir sejarah penting dan pengaruh besar di Negeri Bollywood tersebut.

Delhi (India) adalah sebuah kerajaan Islam di India Utara yang berkuasa sejak awal abad ke-13 sampai awal paruh kedua abad ke-16. Delhi merupakan ibu kota kerajaan Islam India sejak tahun 608 H atau 1211 M. Sebagai ibu kota kerajaan Islam India, Delhi menjadi pusat kebudayaan dan peradaban Islam di anak Benua India.

Secara geografis, kota Delhi terbagi atas tiga wilayah besar, yakni wilayah Yamuna yang terletak di dataran rendah, wilayah perbukitan Aravalli, dan wilayah dataran Gangetic. Dengan luas wilayah 1.483 meter persegi, Delhi berbatasan di timur dengan negara bagian Uttar Pradesh. Pada tiga arah mata angin lainnya, Delhi berbatasan dengan negara bagian Haryana.

Kesultanan Islam

Semula, Delhi dikuasai oleh orang Islam, yang ditaklukkan oleh Quthb ad-Din Aybak, penguasa dari Dinasti Mamluk. Sejak itulah, Delhi dikuasai oleh para sultan yang secara berturut-turut terdiri atas dinasti-dinasti, yakni Dinasti Khalji, Tughluq, Sayid, Suri atau Afghan, Lodi, dan yang terakhir Mughal.

Setelah dikuasai oleh dinasti-dinasti Islam, India mengalami perkembangan peradaban. Peradaban Islam di India juga bisa dipisahkan dari keberadaan Dinasti Mughal. Selama 3 abad (932-1274 H atau 1526-1857 M), dinasti itu telah mampu memberi warna negeri yang mayoritas beragama Hindu ini. Setidaknya, agama Islam tersebar di seluruh penjuru India.

 

Kerajaan Mughal

Kerajaan Mughal didirikan oleh Zahiruddin Babur (1526-1530 M). Babur ini adalah cucu Timur Lenk (dari pihak Ayah) dan keturunan Jengis Khan (dari pihak Ibu). Ekspansinya ke India dimulai dengan menundukkan penguasa setempat, yaitu Ibrahi Lodi (Dinasti Lodi) dengan bantuan Alam Khan (paman Lodi dan Gubernur Lahore.

Oada tahun 1525 M, Babur berhasil menguasai Punjab, dan meneruskannya ke Delhi pada tahun 1526 M. Sejak itu, ia menguasai India, dan kota Delhi menjadi ibu kota Kerajaan Mughal pada masa Humayun (1530-1556 M) yakni seorang raja yang cinta ilmu.

Pada masa kejayaannya, Kerajaan Mughal menguasai wilayah yang amat luas, meliputi Kabul, Lahore, Multan, Delhi, Agra, Oud, Allahabad, Ajmer, Gujarat, Melwa, Bihar, Bengal, Khandes, Berar, Kasmir, Bajipur, Galkanda, Tahore, dan Trichinopoli. Dalam bidang ekonomi, Mogul telah mengekspor kain ke Eropa.

Hasil peradaban yang dicapai saat dikuasai dinasti-dinasti Islam ialah sebagai berikut:

Bidang Seni dan Arsitektur

Masjid Quwwat al-Islam yang didirikan oleh Quthubuddin Aibak dan Quthb Minar merupakan peninggalan Delhi terbaik. Masjid yang mulai dibangun pada 1192 ini merupakan masjid pertama di India. Konon, beberapa bagian masjid ini dibangun dari material candi-candi Hindu.

Adapun Qutab Minar adalah menara setinggi 72,5 meter berlapis batu merah dan marmer. Menara ini masuk dalam warisan dunia UNESCO. Qutub Minar dipergunakan sebagai menara pengawas keamanan dan juga tempat azan berkumandang.

Masjid terkenal lainnya, yakni Araidin ka Jopra didirikan di Ajmer. Sedangkan, Menara Husbug Shah yang didirikan pada masa Dinasti Khalji dibangun dengan batu marmer.

Ciri yang menonjol dari arsitektur Mughal adalah pemakaian ukiran dan marmer yang timbul dengan kombinasi warna-warni, seperti Benteng Merah (Lal Qila), istana-istana, dan makam kerajaan.

Sedangkan, yang paling mengagumkan adalah Taj Mahal di Aghra. Istana ini termasuk salah satu dari keajaiban dunia yang dibangun oleh Syah Jehan khusus untuk istrinya, Momtaj Mahal.

Lal Qila atau istana merah yang akrab dikenal sebagai Red Fort adalah Istana pada Kerajaan Mughal. Didirikan pada abad ke 16 oleh raja Mughal generasi kelima, Shah Jahan. Benteng ini berada di kawasan kota tua Delhi. Bangunan ini masuk dalam daftar warisan dunia UNESCO dan merupakan peninggalan bangunan bersejarah terbesar di Delhi.

Shah Jahan juga membangun Masjid megah yang tepat berada di depan Lal Qila. Masjid bertipe terbuka ini dikenal sebagai Masjid terbesar dan terindah di India. Masjid bernama asli Masjid I-Jahan-Numa ini sanggup menampung 25.000 jamaah sekaligus.

Bidang Ilmu Pengetahuan

Dinasti Mughal juga memberikan berbagai sumbangan di bidang ilmu pengetahuan. Banyak ilmuwan yang datang ke India guna menuntut ilmu pengetahuan. Bahkan, Istana Mughal pun menjadi pusat kegiatan kebudayaan. Setiap masjid mempunyai lembaga tingkat dasar yang dikelola oleh seorang guru.

Bangunan seperti madrasah, masjid, dan perpustakaan tersebar di wilayah kekuasaan Mughal. Pada masa Syah Jehan, didirikan sebuah perguruan tinggi di Delhi. Sedangkan di bidang ilmu agama, dikodifikasikan hukum Islam yang dikenal dengan sebutan Fatawa I-Alamgiri.

Pada 1641 M, perpustakaan di Agra telah memiliki koleksi buku sebanyak 24 ribu. Ilmu pengetahuan berkembang pesat.

Beragam karya sastra bermunculan di India pada masa kekuasaan dinasti ini. Di era kekuasaan Raja Akbar, riwayat dan pemikirannya ditulis oleh filsuf Abul Fazl lewat kitab bertajuk A’ini Akbari dan Akbar-nama. Keduanya ditulis dalam bahasa Persia, dan kini juga telah diterjemahkan dalam Bahasa Inggris.

Raja Jahangir juga mewariskan karya sastra lewat sebuah biografi bertajuk Tzuk-i-Jahangiri. Abdul Hamid Lahori, seorang sejarawan di zaman pemerintahan Shah Jahan, menulis riwayat hidup Shah Jahan dalam kitab Padchah Nama.

Sumber:

Rizem Aizid. 2015. Sejarah Peradaban Islam Terlengkap. Yogyakarta: DIVA Press

Republika 

 

Baca juga:

Istanbul, Kota Dua Benua Bukti Kejayaan Islam Masa Ottoman

 

 

Responsive image
Other Article