#Pusat-Pusat Peradaban Dunia Islam (2)

Madinah, Kota Nabi Muhammad dan Pusat Peradaban Islam Kedua

gomuslim.co.id – Kota paling utama kedua bagi umat muslim setelah Makkah ialah Madinah. Selain mengembangkan Makkah sebagai pusat peradaban Islam, Nabi Muhammad SAW dalam perjalanan hijrah juga mengembangkan kota Madinah.

Beliau jatuh cinta kepada kota Madinah, dan sering kali berdoa kepada Allah SWT supaya kecintaan terhadap kota Madinah tidak berbeda dengan Makkah. Bahkan, saking cintanya beliau terhadap kota Madinah, Allah SWT pun menjadikan kota itu sebagai tempat tinggal beliau hingga wafat.

Kota Madinah dikenal sebagai kota subur, yang menjadi penghasil buah-buahan yang khas, misalnya kurma, delima, persik, dan anggur. Kota ini terletak di pantai barat Laut Merah, yang terletak 600 KM di sebelah utara kota Makkah.

Sejak Nabi Muhammad SAW datang membawa ajaran Islam, Madinah yang semula berupa sebuah dusun subur bernama Yatsrib (berasal dari nama Yatsrib bin Qa’id bin ‘Abil) berubah menjadi madinatur rasul atau kota rasul (Nabi Muhammad SAW).

Setelah itu, yang paling terkenal adalah sebutan Madinah al-Munawwarah, yang berarti bersinar terang benderang. Jarak antara kota Makkah dan Madinah hanya sekitar 450 KM.

Sejarah Kota Madinah

Menurut sejarahnya, pada masa sebelum Islam berkembang, kota Madinah dikenal sebagai pusat perdagangan. Kebanyakan penduduknya merupakan keturunan Aramanik yang menganut agama Yahudi.

Lantas, saat Nabi Muhammad SAW hijrah dari Makkah, kota ini diganti namanya menjadi Madinah sebagai pusat perkembangan Islam hingga beliau wafat dan dimakamkan di sana. Kemudian, kota ini menjadi pusat kekhalifahan sebagai penerus Nabi Muhammad SAW.

Ada tiga khalifah yang memerintah kota Madinah, yakni Abu Bakar, Umar bin Khathab dan Utsman bin Affan. Pada masa Ali bin Abi Thalib, pemerintahan dipindahkan ke Kufah, di Irak, karena terjadi gejolak politik akibat terbunuhnya khalifah Utsman bin Affan oleh kaum pemberontak.

Ketika kekuasaan beralih kepada Bani Umayyah, maka pemerintahan dipindahkan ke Damaskus. Sedangkan saat kekuasaan berpindah kepada Bani Abbasiyah, pemerintahan dipindahkan ke kota Baghdad. Saat ini, Madinah dan Makkah berada di bawah pemerintahan Kerajaan Arab Saudi.

Pada masa Nabi Muhammad, penduduk kota Madinah adalah orang yang beragama Islam dan orang Yahudi yang dilindungi keberadaannya. Namun karena pengkhianatan yang dilakukan terhadap penduduk Madinah ketika perang Ahzab, maka kaum Yahudi diusir ke luar Madinah.

Pusat Pendidikan Islam

Selain dikenal sebagai kota perkembangan Islam, Madinah juga merupakan pusat pendidikan Islam sejak masa Nabi Muhammad SAW. Banyak ulama dan cendekiawan Islam yang muncul dari Madinah, di antaranya adalah Imam Malik.

Masjid Nabawi termasuk salah satu pusat pendidikan agama sejak zaman Nabi Muhammad SAW hingga sekarang. Adapun perguruan tinggi yang terkenal di Madinah ialah Medina Islamic University dan Thaiba University.

Kedua universitas ini menyediakan jurusan-jurusan keagamaan seperti dakwah, syariah, dan ushuluddin. Selain itu, ada pula lembaga pendidikan yang memiliki perhatian khusus terhadap Alquran dan hadits, yang bertujuan melahirkan ahli-ahli tafsir dan hadits.

Masjid Nabawi dan Situs Suci

Ditinjau dari seni bangunan, Madinah merupakan kota yang memuat tiga masjid tertua dalam Islam, yaitu Masjid Nabawi, Quba, dan Al-Qiblatain. Karena kebijakan agama dari pemerintah Saudi dan kekhawatiran bahwa tempat-tempat bersejarah bisa menjadi fokus penyembahan berhala, maka banyak warisan Islam fisik Madinah dihancurkan sejak awal pemerintahan Saudi.

Wahhabisme Saudi adalah memusuhi setiap penghormatan yang diberikan kepada tempat bersejarah penting, karena khawatir itu bisa menimbulkan syirik. Akibatnya, di bawah pemerintahan Saudi, Madinah mengalami banyak kerusakan warisan fisik, termasuk kehilangan banyak bangunan yang berusia lebih dari 1.000 tahun.

Kritik ini digambarkan sebagai “vandalism Saudi”, yang menyatakan bahwa di Madinah dan Makkah, selama 50 tahun terakhir, terdapat 300 situs bersejarah yang terkait dengan Nabi Muhammad SAW, keluarga beliau atau sahabat yang telah hilang.

Di Madinah, contoh situs-situs bersejarah yang dihancurkan adalah Masjid Salman al-Farisi, Masjid Raj’at ash-Shams, Pemakaman Jannat al-Baqi, dan rumah Nabi Muhammad SAW.

Kota Sehat versi WHO

Pada bulan Januari 2021 lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan Kota Madinah sebagai salah satu kota tersehat di dunia.

Status ini diberikan setelah tim WHO yang berkunjung ke Madinah mengatakan, kota itu memenuhi semua standar global yang diperlukan untuk menjadi kota sehat. Madinah diyakini sebagai kota pertama dengan populasi lebih dari 2 juta yang diakui di bawah program kota sehat organisasi.

Sebanyak 22 badan pemerintah, komunitas, amal dan relawan membantu mempersiapkan akreditasi WHO tersebut. Program terpadu kota ini termasuk kemitraan strategis dengan Taibah University untuk mencatat persyaratan pemerintah pada platform elektronik.

 

Sumber:

Rizem Aizid. 2015. Sejarah Peradaban Islam Terlengkap. Yogyakarta: DIVA Press

Amrullah Kandu. 2010. Ensiklopedi Dunia Islam. Bandung: Pustaka Setia

Komentar

    Tulis Komentar

    Kode Acak

    *Ket : Masukkan kode di atas sesuai tulisan, perhatikan huruf dan angka


Back to Top