#Pusat-Pusat Peradaban Dunia Islam (1)

Makkah, Kota Suci Umat Islam dan Pusat Peradaban Pertama

gomuslim.co.id – Dalam sejarah perkembangan peradaban umat manusia, Islam bisa menampilkan peradaban baru yang esensinya berbeda dengan peradaban sebelumnya. Peradaban yang ditinggalkan oleh Nabi Muhammad SAW ini sangatlah berbeda dengan peradaban Arab pada masa jahiliah. Dengan demikian, Islam telah melahirkan revolusi kebudayaan dan peradaban.

Peradaban Islam berkembang sangat pesar dalam percaturan peradaban dunia, bahkan jauh sebelum kebangkitan Eropa. Sehingga muncullah kasawan-kawasan pusat peradaban Islam, yang masing-masing mempunyai karakteristik sesuai dengan kondisi sosial, budaya, dan politik yang mendukungnya.

Makkah

Pusat peradaban Islam yang pertama adalah kota suci Makkah. Secara resmi, kota ini bernama Makkah al-Mukarramah (Kota yang Mulia‎).

Makkah menjadi pusat peradaban agama Islam terbesar dan termasyhur sepanjang masa. Mengkaji tentang kota Makkah, pastinya umat Islam di berbagai pelosok dunia mengenal kota yang satu ini. selain sebagai pusat peradaban Islam, kota itu juga sebagai salah satu kota yang wajib dikunjungi oleh umat Islam dalam rangka menunaikan rukun Islam, yakni Haji.

Makkah menjadi tempat yang bersejarah bagi kalngan muslim. bukan hanya karena menjadi tempat kelahiran Nabi Muhammad SAW, melainkan juga menjadi sangat istimewa karena di situlah wahyu pertama diturunkan.

Kota Makkah terletak sekitar 600 km sebelah selatan kota Madinah, kurang lebih 200 km sebelah timur laut kota Jeddah. Kota ini merupakan lembah kering, dikelilingi pegunungan karang yang tandus dengan bangunan Kakbah sebagai pusatnya.

Dengan demikian, pada masa dahulu kota ini rawan banjir bila di musim hujan sebelum akhirnya pemerintah Arab Saudi memperbaiki kota ini dan merenovasi kota ini. Seperti pada umumnya kota-kota di wilayah Arab Saudi, kota ini beriklim gurun.

Sejarah Kota Makkah

Ditinjau dari sejarahnya, perkembangan kota Makkah tidak terlepas dari keberadaan Nabi Ismail dan Hajar sebagai penduduk pertama kota ini yang ditempatkan oleh Nabi Ibrahim atas perintah Allah SWT.

Pada perkembangannya, muncul orang orang Jurhum yang akhirnya tinggal di sana. Nabi Ismail menikah dengan putri Muzaz bin Amr (seorang tokoh dari kabilah Jurhum). Keturunan Nabi Ismail dari pernikahan ini kemudian berkembang menjadi penduduk Makkah.

Pada masa berikutnya, kota ini dipimpin oleh Quraisy yang merupakan kabilah atau suku yang utama di Jazirah Arab karena memiliki hak pemeliharaan terhadap Kakbah. Suku ini terkenal dalam bidang perdagangan bahkan pada masa itu aktivitas dagang mereka dikenal hingga Damaskus, Palestina, dan Afrika. Tokoh sebagai kepala kabilah Quraisy adalah Qussai yang dilanjutkan oleh Abdul Muthalib.

Pada saat itu, Makkah tidak berbentuk kerajaan, melainkan hanya sebagai tempat tinggal suku Quraisy. Pada musim panas, suku Quraisy biasa pindah ke Syam, sedangkan pada musim dingin pindah ke Yaman.

Pada tahun 571, Nabi Muhammad keturunan langsung dari Nabi Ismail serta Qussai, lahir di kota ini dan tumbuh dewasa. Pertama kali menerima wahyu dari Allah namun ajarannya ditolak kaumnya yang saat itu masih berada dalam kegelapan pemikiran (Jahiliah) sehingga berpindah ke Madinah. Setelah Madinah berkembang, akhirnya Nabi Muhammad kembali ke Makkah dalam misi membebaskan kota Makkah tanpa pertumpahan darah yang dikenal dengan (Fathul Makkah) pada tahun 630 (8 Hijriyah).

Pada masa selanjutnya Makkah berada di bawah administrasi Khulafaur Rasyidin. Pada masa ini, Makkah tidak dijadikan pusat pemerintahan. Pusat pemerintahan Khulafaur Rasyidin tetap berada di Madinah. Setelah itu Makkah berada di bawah administrasi para Khalifah yang saat itu berkuasa di Damaskus (Dinasti Ummayyah), Bagdad (Dinasti Abbasiyah), dan Istanbul (Usmaniah).

Kemudian setelah hancurnya sistem kekhalifahan, kota ini dikuasai oleh Syarif Makkah yang ikut melawan pemerintah Usmaniah dan tak selang beberapa lama berhasil direbut dan disatukan dalam pemerintahan Arab Saudi oleh Abdul Aziz bin Saud yang kemudian menjadi pelayan bagi kedua kota suci Islam, Makkah dan Madinah. Gelar yang biasa disandang para penguasa yang pernah memimpin dua kota suci tersebut.

Pusat Ilmu dan Pendidikan

Makkah menjadi pusat kajian ilmu-ilmu keagamaan, khususnya pusat kajian ilmu hatist dan fiqh. Para ulama mujtahidin, seperti Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’I, Ibnu Hanbal, Ibnu Qayyim, Imam Nawawi, Ibnu Hajar al-Haitami, Ibnu Hajar al-Asqolani serta banyak lagi ulama besar lainnya, pernah mengenyam pendidikan di Makkah.

Sebagai pusat peradaban Islam, Makkah mempunyai pusat-pusat pendidikan dan pengajaran agama Islam. Pendidikan formal telahmulai dikembangkan sejak akhir periode Utsmani hingga tahun 1912. Sebagai contoh Muhammad Ali Zainal Ridha, seorang pedagang dari Jeddah, mendirikan Madrasah al-Falah di Makkah.

Sampai tahun 2005, di Makkah terdapat 532 sekolah umum untuk siswa laki-laki dan 681 sekolah umum untuk siswa perempuan. Sedangkan perguruan tinggi yang pertama kali didirikan di kota ini adalah sekitar tahun 1949, dengan nama Kulliyyat al-Shari’a, yang kemudian menjadi Fakultas Shariah dari Universitas King Abdul Aziz yang berada di Jeddah.

Kiblat Umat Islam

Dalam hal seni bangunan, Makkah menjadi tujuan utama kaum muslimin dalam menunaikan ibadah haji. Di sana, terdapat sebuah bangunan utama yang bernama Masjidil Haram, dengan Kakbah di dalamnya.

Masjidil Haram dibangun mengelilingi Kakbah, yang menjadi arah kiblat umat Islam dalam mengerjakan ibadah salat. Selain itu, di masjid inilah salah satu rukun ibadah haji yang wajib dilakukan umat Islam yaitu tawaf, mengelilingi Kakbah sebanyak tujuh kali.

Sebagai kota suci umat Islam, berdasarkan hukum yang berlaku di Arab Saudi, bagi non muslim, tidak diizinkan memasuki kota Makkah. Selain sebagai kota suci, Makkah juga menjadi kota budaya lantaran kebudayaan Islam dikembangkan oleh Nabi Muhammad SAW di kota ini, selain Madinah.   

 

Sumber:

Rizem Aizid. 2015. Sejarah Peradaban Islam Terlengkap. Yogyakarta:DIVA Press

Zuhairi Misrawi, Makkah: Kota Suci, Kekuasaan dan Teladan Ibrahim


Back to Top