#TataSuryadalamAlquran (2)

Begini Isyarat dalam Alquran tentang Bentuk Bumi

gomuslim.co.id - Belakangan ini beredar perdebatan berisikan sanggahan terhadap bentuk bumi, apakah bumi itu berbentuk bulat atau datar. Kosmologi modern didasarkan pada sains modern menyatakan bahwa bumi adalah bulat. Namun berkembang juga pemahaman bahwa bumi itu datar atau disebut juga pemahaman flat earth. Lantas bagaimana sebenarnya bentuk bumi dalam Alquran?

Alquran sendiri sudah mengisyaratkan bahwa bentuk bumi itu bulat, jauh sebelum adanya ilmu astronomi modern. Alquran mengandung isyarat-isyarat tentang alam semesta, ada yang isyarat jelas, dan ada isyarat yang samar. Dan isyarat yang samar ini relatif, bisa jadi samar bagi sebagian orang, tapi jelas bagi orang yang lain.

Isyarat itu dapat ditangkap dari makna-makna kata Alquran. Kata-kata mengisyaratkan sebuah makna, yang mana makna itu adalah mengisyaratkan kepada hakekat tertentu yang ada di alam nyata. Kadang makna itu tidak jelas ditangkap oleh banyak orang. Tapi jelas bagi para ulama yang mengerti Alquran.

 

Baca juga:

Alquran Isyaratkan Matahari sebagai Pusat Tata Surya

 

Contoh isyarat yang samar bagi orang awam dan jelas bagi para ulama, adalah isyarat tentang bumi bulat. Isyarat ini ada pada surat Az Zumar ayat 5 yang berbunyi:

خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ يُكَوِّرُ اللَّيْلَ عَلَى النَّهَارِ وَيُكَوِّرُ النَّهَارَ عَلَى اللَّيْلِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِي لِأَجَلٍ مُسَمًّى أَلَا هُوَ الْعَزِيزُ الْغَفَّارُ

“Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar, Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun”. (QS. Az-Zumar: 5)


Para ulama menegaskan bahwa kata yukawiru itu memiliki makna melilitkan, yaitu melilitkan pada suatu yang bulat. Mereka memberikan contoh berupa sorban, yaitu melilitkan sorban. Inilah isyarat bentuk bumi bulat dari ayat di atas.

Syaikh Utsaimin, ulama terkenal dari Saudi Arabia, mengatakan bahwa takwir adalah menjadikan sesuatu seperti bola, seperti melilitkan sorban ke kepala. Maka sudah semestinya bentuk bumi adalah bulat. Karena jika engkau melilitkan sesuatu pada sesuatu yang lain, dan bumi dalam hal ini adalah yang dililit oleh siang dan malam, maka sudah semestinya bumi itu bulat.

Merujuk dalam QS. Az-Zumar ayat 5, pakar Alquran Indonesia Dr KH Ahsin Sakho Muhammad mengatakan bumi berbentuk seperti bola atau bulat. Menurutnya kata takwir ini berarti 'bola' atau 'menggelindang'. Karena bentuk bumi yang bulat itulah, waktu antara siang dan malam silih bergantian.

Demikianlah keterangan ulama tentang isyarat bumi bulat dari QS Az Zumar ayat 5. Ternyata Alquran sudah mengisyaratkan bahwa bentuk bumi adalah bulat, jauh sebelum adanya perdebatan di hari ini.

Ijma Ulama Bumi itu Bulat

Perlu diketahui bahwa ada klaim ijma’ dari sebagian ulama bahwa bumi itu bulat. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata,

وقال الإمام أبو الحسين أحمد بن جعفر بن المنادي من أعيان العلماء المشهورين بمعرفة الآثار والتصانيف الكبار في فنون العلوم الدينية من الطبقة الثانية من أصحاب أحمد : لا خلاف بين العلماء أن السماء على مثال الكرة ……

قال : وكذلك أجمعوا على أن الأرض بجميع حركاتها من البر والبحر مثل الكرة . قال : ويدل عليه أن الشمس والقمر والكواكب لا يوجد طلوعها وغروبها على جميع من في نواحي الأرض في وقت واحد ، بل على المشرق قبل المغرب

“Telah berkata Imam Abul Husain Ibnul Munadi rahimahullah termasuk ulama terkenal dalam pengetahuannya terhadap atsar-atsar dan kitab-kitab besar pada cabang-cabang ilmu agama, yang termasuk dalam thabaqah/tingkatan kedua ulama dari pengikut imam Ahmad: “Tidak ada perselisihan di antara para ulama bahwa langit itu seperti bola

Beliau juga berkata: “Demikian pula mereka telah bersepakat bahwa bumi ini dengan seluruh pergerakannya baik itu di daratan maupun lautan, seperti bola

Beliau berkata lagi: “Dalilnya adalah matahari , bulan dan bintang-bintang tidak terbit dan tenggelam pada semua penjuru bumi dalam satu waktu, akan tetapi terbit di timur dahulu sebelum terbit di bara”.

Demikian juga Ibnu Hazm rahimahullah berkata,

أن أحد من أئمة المسلمين المستحقين لإسم الإمامة بالعلم رضي الله عنهم لم ينكروا تكوير الأرض ولا يحفظ لأحد منهم في دفعه كلمة بل البراهين من القرآن والسنة قد جاءت بتكويرها

“Para Imam kaum muslimin yang berhak mendapar gelar imam radhiallahu anhum tidak mengingkari bahwa bumi itu bulat. Tidak pula diketahui dari mereka yang membantah sama sekali, bahkan bukti-bukti dari Al-Quran dan Sunnah membuktikan bahwa bumi itu bulat”.

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata,

في كون الأفلاك كروية الشكل والأرض كذلك وأن نور القمر مستفاد من نور الشمس وأن الكسوف القمرى عبارة عن انمحاء ضوء القمر بتوسط الأرض بينه وبين الشمس

“Bahkan alam semesta dan bumi betuknya adalah bola, demikian juga penjelasan bahwa cahaya bulan berasal dari pantulan sinar matahari dan gerhana bulan terjadi karena cahaya bulan terhalang oleh bumi yang terletak antara bulan dan matahari”.

Demikian juga pendapat bahwa beberapa ulama kontemporer seperti Syaikh Abdul Aziz bin Baz, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin dan ulama lainnya.

Fakta Ilmiah Bumi itu Bulat

Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), T. Djamaluddin mengatakan fenomena gerhana bulan yang dapat disaksikan masyarakat Indonesia merupakan bukti bahwa bumi itu berbentuk bulat.

Ia menjelaskan proses terjadinya gerhana bulan. Bayangan gelap yang jatuh pada purnama adalah bayangan bumi. Bayangan gelap pada proses gerhana berbentuk melengkung yang mengindikasikan bulatnya bumi.

 

Baca juga:

Astronot Muslim UEA Ingin Lanjutkan Misi Luar Angkasa



Skematik astronomis menjelaskan kejadian gerhana bulan terjadi akibat bulan memasuki bayangan bumi. Bayangan bumi terjadi karena cahaya matahari terhalang oleh bumi.

Pakar Geodesi BIG dan Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr Heri Andreas menjelaskan cara mudah membuktikan bumi bulat adalah adanya penggunaan teknologi informasi yang menyajikan informasi Geospasial (IG) seperti Google MAPS, Earth, Waze, dan GPS. Berdasarkan foto dari teknologi satelit bentuk bumi yang sebenarnya bulat tapi sedikit pipih atau disebut Geoid

Terbaru, Astronot asal Uni Emirat Arab (UEA), Hazza al-Mansoori baru saja kembali ke bumi setelah 8 hari berada di stasiun luar angkasa International Space Station (ISS). Hazza terbang ke ISS menggunakan roket Soyuz MS-15 pada 25 September 2019 dan kembali pada 3 Oktober 2019.

Selama di angkasa, Hazza membagikan beberapa foto tangkapannya yang menunjukkan bentuk Bumi.

Kesimpulan

Dari pemaparan di atas, kita bisa memetik pelajaran bahwa tidak ada dalil yang tegas dalam Alquran dan Sunnah yang menyatakan bahawa bumi itu bulat. Namun hal itu diisyaratkan Allah dalam Alquran surat Az-Zumar ayat 5.

Kedua, ijma ulama sepakat bumi itu bulat. Hal ini merujuk pada Alquran surat Az-Zumar ayat 5. Dan ketiga, Ilmu pengetahuan modern membuktikan bumi itu bulat, berdasarkan dari foto-foto satelit luar angkasa.

 

Wallahu A'lam Bishawab

 

Sumber:

Caner Taslaman, Miracle of the Quran

Anas Abdul Hamid Alquz, Ibnu Qayyim Berbicara Tentang Manusia Dan Semesta

Nadiah Thayyarah, Buku Pintar Sains Dalam Al-Qur’an

Muhammad Hasan, Benda Astronomi Dalam Al-Quran Dari Perspektif Sains


Back to Top