Kisah Dokter Tirta Jadi Mualaf dan Influencer COVID-19

gomuslim.co.id - Nama Dokter Tirta dikenal luas setelah secara keras menyuarakan perlawanan terhadap virus corona atau COVID-19. Tapi, siapa sangka jika dokter dengan gaya nyentrik dan ceplas ceplos itu ternyata seorang mualaf.

Pria bernama lengkap Tirta Mandira Hudhi ini menceritakan perjalanan memeluk Islam di channel YouTube Masjid Agung Al Azhar yang dipublis pada 9 Mei 2020 lalu.

Menurut dr Tirta, dia pernah bermimpi aneh ketika tertidur. Selain itu, dr Tirta mengaku selalu mendengar azan selama tujuh hari berturut-turut

"Aku mendapat hidayah dari mimpi. Tidur jam 4 sore, di mimpi aku lihat diriku terbaring dijaga 2 orang pakai baju putih. Aku mau masuk pintu itu nggak boleh katanya belum saatnya. 2 orang baju putih itu lalu mengarahkan aku ke rumah warna hijau. Dan di rumah itu ada 9 orang memakai sorban. Aku disuruh duduk dan aku lihat orang dalam keranda yang bersinar parah. Dia menitipkan sebuah surat dan satu kyai bilang ke aku suatu saat tugasmu akan besar," tuturnya.

Peristiwa inilah yang membuat dokter Tirta akhirnya mantap untuk menjadi seorang mualaf.

Dokter Tirta sendiri berasal dari keluarga yang berbeda agama. Ayahnya seorang Muslim, sedangkan ibunya beretnis Tionghoa beragama non Muslim.

Namun, dari kecil, dr Tirta dibebaskan untuk belajar apa pun keyakinannya. Ia mengaku dari kecil sudah mempelajari dua agama orang tuanya. Bahkan sang ayah sempat memintanya mengikuti agama sang ibu.

"Dari SD aku ke TPA. Tapi, Minggu aku sekolah minggu. Di situlah aku mengenal toleransi, karena aku mengenal banyak orang dari kecil," ucapnya.

Ia resmi menjadi mualaf pada tahun 2011 dan menjalani hari-harinya sebagai seorang muslim hingga sekarang.

Influencer COVID-19

Sosok dr Tirta identik dengan karakter ngegas yang terlihat setiap kali menyuarakan pendapatnya terkait upaya pencegahan COVID-19. Ia lantas menjadi sorotan kaum milenial terkait dedikasinya sebagai pihak yang memberikan perlawanan terhadap virus Corona.

Dokter lulusan Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, itu kini sibuk menggalang donasi dan sosialisasi penanganan COVID-19.

"Today fokus di wisma atlet Bsk 10 rs sekaligus Ini bentuk donasi kalian, agar temen2 kita TNI dan tenaga medis kita di rs darurat tetap terjaga," tulis dr Tirta diakun istragramnya saat membagikan APD dan bantuan berupa chamber disinfektan.

Ia pun tak segan member masukan dan teguran kepada para pejabat pemerintah dan artis yang abai dan menyepelakan pandemi virus corona.

Sebelumnya, dr Tirta dibuat geram atas pernyataan kontroversi YouTuber Indira Kalishta yang mengindahkan anjuran pemerintah untuk mengenakan masker di tengah wabah Covid-19. Bahkan tidak hanya itu, Indira juga menyebut bahwa dia tidak mencuci tangan saat makan atau memegang barang tertentu.

lantas, dr Tirta memberikan tantangan dengan mengundang keduanya untuk berdiskusi soal COVID-19.

“Us vs the world ye? Diajak diskusi enggak mau. Oh lupa! Dia maunya diskusi depan kamera,” tulis dokter Tirta di Insta Story, Minggu (16/5/2020).

Namun akhirnya, Indira Kalishta menerima tantangan dr Tirta untuk bertemu dan membantu relawawn COVID-19.

“Undangan diterima @gustafode dan @indirakalistha akan membantu tugas saya dan kawan-kawan sebagai relawan edukasi COVID-19,” tulis dokter Tirta di Instagram, Selasa (19/5/2020).

Indira Kalistha berterima kasih kepada dokter Tirta atas kesempatan tersebut. Bukan hanya sang dokter, beauty vlogger itu sekaligus men-tag nama Ria Ricis.

“Terima kasih dr. Tirta, semoga kebaikanmu dibalas Allah. Terima kasih juga Ria Ricis yang sudah membantu semua ini terwujud,” tulis Indira Kalistha di kolom komentar.

Pengusaha Sukses

Tak hanya gencar sebagai garda terdepan melawan corona. dr Tirta juga membuka bisnis Shoes and Care, jasa perawatan dan cuci sepatu premium.

Bisnis Shoes and Care ini semakin ia tekuni setelah tak lagi bekerja sebagai dokter di rumah sakit. Terlebih, dalam mengembangkan usahanya di bidang cuci sepatu, dr Tirta diketahui mempekerjakan anak-anak yang kurang mampu dan marjinal. Sekitar 60 persen, rata–rata pegawai Shoes and Care miliknya adalah mantan napi, anak putus sekolah, anak jalanan dan anak punk.

"Gue memutuskan memilih rehat menjadi dokter IGD, dan berjuang demi @shoesandcare untuk anak buah gue yang separuhnya anak jalanan," kata dr. Tirta.

Usaha dokter Tirta pun saat ini membuahkan hasil. Ia sudah memiliki 47 cabang di berbagai kota di Indonesia. Bahkan, terkadang ia menerima orderan untuk melakukan perawatan sepatu dari luar negeri.


Back to Top