Kisah Ummu Mahjan, Marbot Masjid Perempuan di Masa Rasulullah SAW

gomuslim.co.id - Marbot masjid adalah panggilan untuk orang yang rutin mengurus masjid. Pekerjaan mengurus masjid dinilai tidak bergengsi. Tapi, Rasulullah SAW justru sangat memuliakan marbot masjid dan tidak memandang dengan sebelah mata. Pada masa Rasulullah SAW, ternyata ada seorang marbot masjid perempuan. Lantas, bagaimana kisahnya?

Biasanya, marbot masjid adalah seorang laki-laki. Tapi di masa Rasullah SAW hidup, justru ada sahabat perempuan yang menjadi marbot masjid. Marbot masjid perempuan tersebut dikisahkan dalam sebuah hadits. Kisah ini menandakan bahwa sebenarnya tidak hanya laki-laki saja yang bisa menjadi marbot masjid. Tapi perempuan pun sangat bisa menjalani profesi tersebut.

Kitab Sahih al-Bukhari, Muslim dan Ibnu Majah, dikisahkan bahwa di masa Nabi Muhammad SAW tersebutlah seorang perempuan hitam yang mengurus masjid Nabawi. Saat itu, orang-orang biasa menyebutnya dengan panggilan Ummu Mahjan. Setiap hari, Ummu Mahjan rajin menyapu dan membersihkan masjid Nabawi.

Pekerjaannya memang sangat sederhana, tapi ia terus istiqomah menjalaninya setiap hari. Pada suatu hari, Ummu Mahjan jatuh sakit. Rasulullah SAW kemudian berpesan “Jika ia meninggal dunia, maka jangan kuburkan ia sebelum aku menyalatkannya”.

Mengharukan, Ummu Mahjan akhirnya wafat pada malam hari sebab sakit yang dideritanya ternyata parah. Kemudian, para sahabat mendatangi kediaman Rasulullah SAW ba’da Isya dan ternyata beliau sudah terlelap. Akhirnya, mereka memutuskan untuk tidak memberitahukan Rasulullah SAW sebab khawatir mengganggu istirahat Rasulullah SAW

Alasan lainnya adalah ternyata mereka tidak menganggap Ummu Mahjan sebagai orang yang penting. Mereka beranggapan tidak akan ada apa-apa apabila tidak mengabarkannya kepada Nabi Muhammad SAW Para sahabat pun akhirnya langsung menguburkan Ummu Mahjan di daerah Baqi al-Gharqad.

Beberapa hari berlalu dan Rasulullah SAW merasa heran sebab tak lagi bertemu dengan perempuan yang biasanya membersihkan masjid Nabawi. Rasulullah SAW kemudian bertanya tentang keberadaan marbot masjid perempuan tersebut kepada para sahabat.

Para sahabat pun menjawab dan mengabarkan bahwa Ummu Mahjan telah wafat beberapa hari yang lalu. Betapa kagetnya Rasulullah Saw. mendengar kabar itu. Wajah Rasulullah SAW tampak menahan marah dan berkata “Mengapa kalian tidak memberitahukannya kepadaku?”

“Ya Rasul, kami takut mengganggu engkau”, jawab para sahabat. Beliau pun berkata lagi, “Tunjukkan kepadaku di mana letak kuburannya.” Para sahabat mengantar Rasulullah Saw. menuju makam Ummu Mahjan. Begitu sampai, Rasulullah SAW kemudian berdiri di dekat makamnya dan melaksanakan salat ghaib Ummu Mahjan.

Rasulullah SAW kemudian bersabda “Sesungguhnya kuburan-kuburan ini telah dipenuhi kegelapan bagi penghuninya. Dan Allah SWT benar-benar akan memberikan mereka cahaya karena shalat yang aku lakukan atas mereka.”

Wallahua’lam Bishawab


Back to Top