Kisah Penggali Kubur yang Jadi Ulama Besar

gomuslim.co.id – Seorang Syaikh Hisyam Al Burhani berkisah tentang seorang penggali kubur yang menjadi ulama besar karena menuntut ilmu.

Di Damaskus, ada pemakaman bernama ‘Dahdah’. Ini adalah pemakaman terkenal. Di pemakaman itu dimakamkan para awliya, para ulama, pejuang dan syuhada. Pekuburan yang termahsyur di Damaskus. Semua yang tahu Damaskus, akan tau pemakaman ini.

Di sana ada seorang lelaki penggali kubur. Suatu hari, datang seorang wanita yang meminta kepada penggali kubur untuk membuat galian. Galian pun dibuat. 

Satu jam kemudian datang jenazah yang tidak diiringi banyak orang. Hanya ada beberapa laki-laki saja. Lalu jenazah diturunkan ke tanah. Peti jenazah dibuka. Mayit diturunkan ke kubur. Si penggali ada di dalam kubur menerima jasad.

Ketika hendak meletakkannya ke dalam kubur, tiba-tiba dia melihat kuburan terbuka dan berubah menjadi taman dari surga.

Laki-laki penggali kubur ini pun pingsan melihat hal itu karena melihat dua orang datang berkuda, mengambil mayat dan membawanya pergi. Saat si penggali kubur pingsan, orang sekitarnya tidak melihat apa-apa, hanya dia sendiri yang melihatnya.

Orang-orang pun memercikkan air padanya. Dia pun diangkat dari kubur. Mereka bertanya, “Engkau kenapa?”

“Demi Allah aku melihat keanehan. Aku melihat begini begini begini..” jawab si penggali kubur.

Mereka katakan, “Mungkin itu halusinasi.”

Orang-orang pun pergi.

Beberapa bulan kemudian, si wanita misterius datang lagi. Wanita ini meminta agar si penggali kubur membuat kuburan lagi kedua kalinya.

Seperti kejadian sebelumnya, kuburan digali, mayat datang, dimasukkan ke dalam kubur. Saat kuburan terbuka, si penggali kubur kembali melihat taman surga dan ada dua malaikat datang mengambil mayit.

Namun kali ini, si penggali kubur tidak pingsan. Ia segera keluar dari kubur dan mengejar wanita. “Siapa kamu wahai wanita ? Darimana kamu datang ?”

Dia jawab, “Wahai lelaki, aku tertimpa musibah. Mayit ini adalah anakku. Sebelumnya aku juga punya anak lain. Aku kehilangan ia beberapa bulan lalu.”

“Oh, kamu yang punya dua anak laki-laki itu”

“Iya kenapa ?”                       

“Demi Allah aku melihat keanehan. Yang pertama ketika ku masukkan kubur, terbukalah taman dari taman surga. Yang kedua juga sama. Apa amalan dua orang ini sampai Allah memperlakukan mereka seperti ini? Mereka mendapat kemuliaan agung.“

Wanita pun menjawab, “Anak yang pertama, dia adalah pencari ilmu. Anak kedua bekerja sebagai tukang kayu dan memberikan kepada saudaranya semua biaya menuntut ilmu,”

Maka, diketahuilah bahwa Allah membalas keduanya, pencari ilmu dan orang yang membiayainya. Allah perlakukan keduanya seindah itu.

Penggali kubur setelah melihat hal ini dan mendengar jawaban ini, ia tinggalkan kuburan menuju Masjid Attaubah. Buyut Syaikh Hisyam Al Burhani hidup di masjid itu. Namanya Syaikh Said Al Burhani, kakek dari Syaikh Said Burhani, ayah Syaikh Hisyam Al Burhani. 

Si penggali kubur datang kepadanya, “Aku ingin menuntut ilmu.”

“Bagus. Umurmu sekarang 45-50 tahun. Kau lupakan hidupmu tanpa mencari ilmu, sekarang baru mau mencari ilmu, ada alasan apa ?”

“Karena aku menemui begini begini begini..” jawab si penggali.

Kemudian, mulailah ia mencari ilmu.

Dia belajar Al Ajrumiyah, menghafal beberapa matan dan seterusnya. Dia mulai sibuk dengan ilmu sampai dia menjadi salah satu dari ulama besar, Assyaikh Abdurrahman Al Haffaar, salah satu ulama besar Damaskus. 

Keluarganya semua setelah itu semua menjadi penuntut ilmu. Yang terakhir Syaikh Abdurrazzaq Alhaffar, salah satu ulama besar Damaskus.

Inilah kisah untuk memberikan kabar gembira bahwa seorang penuntut ilmu diperlakukan seperti itu oleh Tuhannya. Mereka diperlakukan dengan sangat baik. Tapi itu jika niatnya benar. Tidak mencari ilmu dengan tujuan ijazah yang kemudian untuk ditempel di dinding. Tidak mencari ilmu agar disebut “alim”.

Tidak mencari ilmu agar punya gaji, gaji untuk hidup di dunia. Karena itu semua tujuan duniawi, tujuan belakang. Tujuan utama dari menuntut ilmu adalah untuk menuruti perintah Allah sebagaimana disampaikan Dr Ibrahim, ayat pertama yang turun di kitab Allah adalah firman Allah : IQRA / Bacalah! (mga)

Sumber : Facebook Taj Yasin Maimoen


Back to Top