Kisah Raja Jin Tunduk kepada Syekh Abdul Qadir Al-Jailani

gomuslim.co.id - Kisah ini diriwayatkan oleh Syekh Abu Said Abdullah bin Ahmad Al-Baghdadi. Dalam kisahnya itu, Al-Baghdadi menjelaskan bahwa pernah ada seorang gadis bernama Fatimah yanng usianya baru sekitar enam belas tahun. Saat gadis itu sedang bermain di atas rumah, ia telah diculik oleh jin. Tentu peristiwa ini membuat geger orang-orang sekampung, terutama orang tua bocah perempuan itu.

Sebagai solusinya, maka orang tua gadis tersebut menghadap Syekh Abdul Qadir Al-Jailani. Setelah mengutarakan apa yang terjadi pada beliau, maka Syekh Abdul Qadir memberikan saran kepada orang tua anak tersebut, “Pergilah kalian ke puing reruntuhan biara, duduklah di bukit yang kelima dan tulislah melingkar di atas tanah. Tulis dan lafazkan dalam hati, ‘Bismillah ‘Ala Niyyati Abdul Qadir‘.

Dan di atas niat Syekh Abdul Qadir Jailani “Apabila malam telah gelap, engkau akan didatangi oleh beberapa kumpulan Jin, dengan berbagai-bagai rupa dan bentuk.

Janganlah engkau takut. Apabila waktu hampir terbit fajar, akan datang pula raja Jin dengan segala angkatannya yang besar. Dia akan bertanya hajatmu. Katakan kepadanya, bahwa aku yang telah menyuruhmu datang bertemu dengannya. Kemudian ceritakanlah kepadanya tentang kejadian yang telah menimpa anak Perempuanmu itu.”

Lelaki itu pun pergi ke tempat itu dan melaksanakan arahan Syekh Abdul Qadir Jailani. Beberapa waktu kemudian, datanglah para Jin yang mencobaba menakut-nakutkan lelaki itu, tetapi Jin-Jin itu tidak berkuasa untuk melintasi garis bulatan itu.

Jin-Jin itu datang silih beragnti, hingga akhirnya, datanglah raja Jin yang sedang menunggang seekor kuda dan telah disertai oleh satu angkatan yang besar dan hebat rupanya.

Raja jin itu telah memberhentikan kudanya di luar garis bulatan itu dan bertanya kepada lelaki itu, “Wahai manusia, apakah hajatmu?” Lelaki itu telah menjawab, “Aku disuruh oleh Syekh Abdul Qadir Jailani untuk bertemu denganmu.”

Begitu mendengar nama Syekh Abdul Qadir Jailani diucapkan oleh lelaki itu, raja Jin itu turun dari kudanya dan terus mengucup bumi.

Kemudian Raja Jin itu telah duduk di atas bumi, disertai dengan seluruh anggota rombongannya. Sesudah itu, Raja Jin itu bertanya masalah lelaki itu.

Lelaki itu pun menceritakan kisah anak perempuannya yang telah diculik oleh Jin. Setelah mendengar cerita lelaki itu, Raja Jin itu pun memerintahkan agar dicari si Jin yang bersalah itu. Beberapa waktu kemudian, telah dibawa ke hadapan Raja Jin.

Jin yang bersalah adalah Jin laki-laki dari negara Cina bersama-sama dengan seorang anak perempuan yang telah diculiknya.

Raja Jin itu pun bertanya, “Kenapakah engkau sambar anak manusia ini? Tidakkah engkau tahu, dia ini berada di bawah naungan al-Quthb?”

Jin laki-laki dari negara Cina itu mengatakan, dia telah jatuh cinta dengan anak gadis itu. Raja Jin memerintahkan agar Perempuan itu dipulangkan kepada bapaknya.

Sebagai hukumannya Jin dari negara Cina dikenakan hukuman pancung. Lelaki itu pun mengatakan rasa takjubnya atas segala perbuatan Raja Jin yang sangat patuh kepada Syekh Abdul Qadir Jailani.

Raja Jin itu berkata, “Sudah tentu, karena Syekh Abdul Qadir Jailani dapat melihat dari rumahnya semua kelakuan Jin-Jin yang jahat.

Selain itu, Al-Baghdadi juga bercerita bahwa suatu hari ada seorang laki-laki yang menghadap Syekh Abdul Qadir Al-Jailani. Ketika di hadapan Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, laki-laki itu berkata, “Aku ini berasal dari daerah Asbihan. Dan aku mempunyai istri yang selalu menentangku. Bahkan aku pun sudah menasihatinya baik-baik.”

Mendengar keluhan laki-laki soal istrinya itu, Syekh Abdul Qadir Al-Jailani pun berkata, “Persoalan yang menimpa istrimu itu disebabkan oleh jin jahat yang berasal dari Lembah Sarandib, namanya Khanis. Jika istrimu menentang lagi, maka ucapkanlah di telinga istrimu itu, ‘Wahai Khanis, Syekh Abdul Qadir yang berada di Baghdad berkata kepadamu, ‘Jika engkau tidak pergi dari jasad orang ini, niscaya engkau akan binasa’.”‘

Setelah itu itu pun pergi. Setelah beberapa tahun, Al-Baghdadi bertemu lagi dengan laki-laki tersebut dan kepada laki-laki ini, Al-Baghdadi menanyakan perihal yang pernah disarankan oleh Syekh Abdul Qadir tersebut, maka laki-laki itu pun menjawab, “Aku melakukan apa yang ia perintahkan. Semenjak itu, istriku tidak pernah menentangku lagi,” jawab laki-laki itu.

Demikianlah kisah Raja Jin Tunduk kepada Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, semoga tulisan berjudul Raja Jin Tunduk kepada Syekh Abdul Qadir Al-Jailani ini bermanfaat.

Sumber: 99 Karamah Syekh Abdul Qadir Jailani


Back to Top