Kisah Raihanah binti Zaid, Istri Rasulullah yang Pernah Tolak Ajakan Masuk Islam

gomuslim.co.id - Istri Rasulullah yang sempat menolak Islam adalah Raihanah binti Zaid bin Amru. Dari beberapa istri Baginda Nabi Muhammad SAW, perempuan bernama Raihanah binti Yazid bin Amru bin Khanaqah ternyata pernah menolak lamaran serta ajakan Nabi Muhammad SAW untuk memeluk Islam.

Sebelum menjadi istri Nabi Muhammad SAW, Raihanah merupakan istri dari seorang laki-laki yang berasal dari Bani Quraizah yang bernama Al Hakam.

Raihanah memiliki paras yang sangat cantik serta baik hati. Kala itu dia sangat dicintai oleh suami terdahulunya.

Dikisahkan dalam sebuah buku yang berjudul 150 Perempuan Shalihah karya dari Abu Malik Muhammad bin Hamid, ada seorang perempuan Yahudi yang pernah menolak lamaran serta ajakan Rasulullah SAW untuk memeluk Islam.

Nama perempuan tersebut Raihanah binti Zaid bin Amru bin Khanaqah. Raihanah berasal dari Bani Nadhir. Akan tetapi, ada pula pendapat yang menyatakan bahwa Raihanah berasal dari Bani Quraizah.

Raihanah merupakan perempuan yang sangat cantik dan memiliki suami bernama Hakam yang sangat mencintai serta menghormatinya.

Akan tetapi, suami Raihanah tidak berumur panjang. Sepeninggal suaminya, Raihanah berjanji untuk tidak menikah lagi.

Istri Rasulullah yang sempat menolak Islam ini merupakan wanita yang memiliki banyak kelebihan, diantaranya pandai menganalisa suatu permasalahan.

Awal Mula Raihanah Menolak Islam

Penolakan Raihanah untuk memeluk Islam berawal pada saat kaum Yahudi Bani Quraizah mengkhianati perjanjian antara mereka dengan kaum muslimin.

Dalam hal ini, terjadi penyerangan dan kaum Yahudi Bani Quraizah mengalami kekalahan sehingga para wanita dari kaum mereka menjadi tawanan Nabi Muhammad SAW, termasuk Raihanah.

Ketika menjadi tawanan Nabi Muhammad SAW, Raihanah ditawari untuk memeluk Islam. Akan tetapi, Raihanah menolak keras serta tetap pada pendiriannya. Kemudian Baginda Rasulullah mengasingkan Raihanah pada suatu tempat.

Proses Raihanah Memeluk Islam

Raihanah, istri Rasulullah yang sempat menolak Islam, akhirnya mau memeluk Islam. Selama menjadi tawanan Rasulullah pada perang Bani Quraizah, Rasulullah melamar  Raihanah serta menawarkannya untuk memeluk Islam. Namun Raihanah menolaknya.

Kemudian Baginda Rasulullah memanggil salah satu sahabatnya, Ibnu Sa’yah, serta menceritakan perihal penolakan Raihanah.

Dalam hal ini, Ibnu Sa’yah bertekad untuk membantu Nabi Muhammad SAW dalam mengajak Raihanah masuk pada ajaran Islam.

Ibnu Sa’yah menemui Raihanah dan berucap “Jangan mengikuti kaummu. Sesungguhnya mereka telah jatuh ke dalam perangkap Huyay bin Akhtab. Masuklah pada ajaran agama Islam. Rasulullah telah memilih dirimu untuk dirinya”.

Selain itu, Ibnu Sa’yah juga menjelaskan mengenai ajaran Islam kepada Raihanah hingga akhirnya perempuan ini setuju untuk masuk Islam.

Raihanah Akhirnya Menjadi Istri Nabi Muhammad SAW

Ibnu Sa’yah kembali menemui Rasulullah SAW untuk memberitahukan keislaman Raihanah, Baginda Rasulullah sangat senang mendengar kabar tersebut. Kemudian Beliau menyuruh Ibnu Sa’yah untuk membawa Raihanah menuju ke rumah Ummul Mundzir binti Qais.

Istri Rasulullah yang sempat menolak Islam ini tinggal di sana hingga dia suci dari haidnya. Lalu Baginda Rasulullah menemui Raihanah di rumah Ummul Mundzir.

Beliau menawarkan dua pilihan kepada Raihanah. Pilihan tersebut diantaranya untuk dimerdekakan serta dinikahi atau sebagai pembantu.

Dalam hal ini, Raihanah menjawab tawaran Baginda Rasulullah “Wahai Rasulullah, yang terbaik bagimu dan bagiku adalah jika aku menjadi budak milikmu”. Sejak saat itu, Raihanah menjadi hamba sahaya Rasulullah yang akhirnya dimerdekakan dan diangkat menjadi istri Rasulullah SAW.

Sama halnya istri-istri Rasulullah lainnya, Raihanah juga diberi mahar sebesar dua belas dinar dan dua puluh dirham. Baginda Rasulullah menghabiskan malam pengantin bersama Raihanah di rumah Ummul Mundzir.

Tidak lupa Rasulullah menyuruh Raihanah untuk mengenakan hijab seperti layaknya wanita muslimah lainnya. Dalam pernikahan tersebut, Raihanah terkenal sebagai seorang istri yang pencemburu.

Selama menjadi istri Rasulullah, Raihanah selalu menutup diri di dalam rumahnya. Raihanah berkata bahwa tidak ada seorang pun yang melihatnya, kecuali Baginda Rasulullah SAW.

Dalam menjalani hidup dengan Nabi Muhammad SAW, Raihanah memperoleh kemuliaan serta kedudukan di dunia dan juga tarbiyah ruhiyah. Istri Rasulullah yang sempat menolak Islam, Raihanah binti Zaid bin Amru, wafat pada 10 hijriah dan dimakamkan di Pemakaman Baqi’.


Back to Top