Bukan Nabi Atau Rasul, Inilah Manusia yang Namanya Abadi dalam Alquran

gomuslim.co.id - Satu-satunya manusia yang bukan nabi, bukan pula Rasul, tapi kisah hidupnya diabadikan dalam Alquran adalah Lukman Al Hakim. Bahkan, namanya menjadi salah satu surat dalam Alquran, tepatnya dalam surat ke-31, Surat Luqman.

Mengapa demikian? Apa yang membuatnya istimewa sehingga Allah mengabadikan kisahnya dalam kitab suci? Tidak lain karena Lukman mempunyai kisah hidup yang penuh hikmah. Lukman terkenal karena nasihat-nasihat indah kepada anaknya.

Nasihat-nasihat indah itu terangkum dalam Surat Luqman ayat 12-19. Nasihat itulah yang patut kita, sebagai umat Islam, perlu ikuti dan teladani.

Suatu hari, Lukman pernah menasehati anaknya tentang hakikat hidup.

"Anakku, jika makanan telah memenuhi perutmu, maka akan matilah pikiran dan kebijaksanaanmu. Semua anggota badanmu akan malas untuk melakukan ibadah dan hilang pulalah ketulusan dan kebersihan hati. Padahal hanya dengan hati bersih manusia bisa menikmati lezatnya berdzikir."

"Anakku, kalau sejak kecil engkau rajin belajar dan menuntut ilmu. Dewasa kelak engkau akan memetik buahnya dan menikmatinya."

"Anakku, ikutlah engkau pada orang-orang yang sedang menggotong jenazah, jangan kau ikut orang-orang yang hendak pergi ke pesta pernikahan. Karena jenazah akan mengingatkan engkau pada kehidupan yang akan datang. Sedangkan pesta pernikahan akan membangkitkan nafsu duniamu."

"Anakku, aku sudah pernah memikul batu-batu besar, aku juga sudah mengangkat besi-besi berat. Tapi tidak pernah kurasakan sesuatu yang lebih berat daripada tangan yang buruk perangainya."

"Anakku, aku sudah merasakan semua benda yang pahit. Tapi tidak pernah kurasakan yang lebih pahit dari kemiskinan dan kehinaan."

"Anakku, aku sudah mengalami penderitaan dan bermacam kesusahan. Tetapi aku belum pernah merasakan penderitaan yang lebih susah daripada menanggung hutang."

"Anakku, sepanjang hidupku aku berpegang pada delapan wasiat para nabi. Kalimat itu adalah:

1. Jika kau beribadah pada Allah, jagalah pikiranmu baik-baik.

2. Jika kau berada di rumah orang lain, maka jagalah pandanganmu.

3. Jika kau berada di tengah-tengah majelis, jagalah lidahmu.

4. Jika kau hadir dalam jamuan makan, jagalah perangaimu.

5. Ingatlah Allah selalu.

6. Ingatlah maut yang akan menjemputmu

7. Lupakan budi baik yang kau kerjakan pada orang lain.

8. Lupakan semua kesalahan orang lain terhadapmu.

"Dan sesungguhnya telah Kami berikan Hikmah kepada Luqman, yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. Dan barang siapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri dan barang siapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji." (QS. Luqman: 12).

Jalaluddin Rumi dalam karyanya yang berjudul al-Matsnawi menyebut bahwa Lukman adalah seorang budak yang baik dan memiliki derajat yang tinggi.

Suatu ketika, Lukman mendapat hadiah sebuah semangka yang kemudian dimakan bersama dengan majikannya.

Luqman sangat lahap menyantap semangka itu tetapi majikannya tidak merasakan hal yang sama.

Majikannya itu bertanya, "Wahai Lukman, mengapa engkau menikmati semangka ini padahal rasanya tidak enak?"

Lukman menjawab, "Sungguh tidak pantas hamba mengeluh atas kemurahan hati dan kasih sayang yang telah tuan berikan kepada hamba. Tuan memberi semangka kepada hamba karena kasih sayang dan ketulusan, maka sangat tidak pantas jika hamba membalasnya dengan cara mengeluh."

Sumber:

Katsir, Ibnu. al-Bidayah wan Nihayah

Fariadi, Ruslan. "Menyelami Nasihat Lukman Al-Hakim", Hidayah


Back to Top