Khalid Basalamah, Ustaz Salafi yang Gunakan Media Digital untuk Berdakwah

gomuslim.co.id - Siapa yang tak kenal Ustaz Khalid Basalamah? Seorang pendakwah Indonesia asal Makasar, Selawesi Selatan yang selalu menebarkan kajian sunnah dibeberapa tempat. Beliau juga salah satu Ustaz yang rajin mengguggah beberapa video dakwahnya di media sosial You tube. Tak heran Ustaz Khalid Basalamah jadi salah satu pendakwah yang memiliki subscribers terbanyak di YouTube dengan 1.47 juta subscribers.

Ustaz Khalid mulai aktif di kanal Youtube pribadinya 'Khalid Basalamah Official' sejak 7 Feb 2013, kala itu terbilang jarang ditemukan konten khusus di Youtube yang berisikan tentang ceramah agama Islam.

Beliau mengerti benar bahwa di era internet, kekuatan media sosial merupakan media dakwah yang efektif ketimbang melalui saluran televisi konvensional untuk menyebarluaskan syiar Islam ke seluruh dunia.

Ustaz Khalid mengakui dakwah lewat media sosial lebih efektif ketimbang melalui saluran televisi konvensional. Dulu dia kerap kali dipanggil oleh pelbagai stasiun televisi untuk berceramah. Belakangan aktivitas tampil di layar kaca itu ditinggalkan karena pemanfaatan TV perlahan terabaikan.

Ustaz Khalid pernah bercerita ada seorang pemuda yang menangis dan tiba-tiba memeluknya. Pemuda itu berterima kasih lantaran telah berhasil memberanikan diri untuk berhijrah usai mengikuti kajian-kajian Khalid di lewat media sosial. Pemuda itu juga bercerita soal kondisinya yang sempat dicap gila oleh keluarganya karena belajar agama hanya dari medsos.

Tak hanya itu, ada pula seorang pemuda yang memutuskan untuk memeluk islam setelah menyimak video kajian Ustaz Khalid Basalamah.

"Saya bersyukur, dakwah saya lewat medsos ada efeknya," kata Khalid.

Khalid memiliki tim khusus untuk menggarap konten di akun Youtube, Facebook dan Instagram. Salah satu pengelolanya adalah Badr TV.

Tim Badr TV yang menggelola 'Khalid Basalamah Official' punya target mengunggah satu sampai dua konten video ceramah Khalid per harinya ke Youtube. Sedangkan untuk konten instagram dan Facebook sendiri diunggah sebanyak 3-4 kali dalam sehari. Konten itu meliputi video pendek, agenda harian hingga foto-foto dokumentasi.

Selayang pandang

Beliau memiliki nama lengkap Khalid Zeed Abdullah Basalamah, lahir di Makassar pada tanggal 01 Mei 1975. Gelar basalamah yang ada di akhir nama beliau diambil dari nama marga. Marga Basalamah merupakan salah satu nama marga yang diambil dari Arab Hadramaut yang merujuk pada nama keluarga keturunan bangsa Arab. Yang berasal dari Hadramaut Yaman. Letaknya berada di Jazirah Arab bagian selatan. Penamaan marga dipilih berdasarkan kabilah, tempat, asal, sejarah dan juga kebiasaan serta sifat nenek moyang tersebut.

Keluarga Ustaz Khalid Basalamah

Tidak banyak berita tentang pernikahan khalid basalamah tapi dalam sebuah video di youtube Ustaz Khalid Basalamah bercerita tentang istrinya yang merupakan seorang mualaf.

Istri yang dinikahinya setelah kembali dari Madinah dan tinggal di Makassar ini dinikahi pada tahun 1999.

Istri Ustaz Khalid Basalamah ini diketahui memiliki sebuah keterampilan dalam bidang perawatan kecantikan (salon).

Setelah istrinya memeluk Islam, Ustaz Khalid menceritakan bahwa ia kemudian mencarikan kegiatan untuk sang istri, yakni dengan membukakan usaha salon.

Dari pernikahannya dengan istrinya tersebut, kini Ustaz Khalid Basalamah memiliki empat orang anak

Pendidikan

Beliau menghabiskan kecilnya ia habiskan di Makassar, setelah menyelesaikan pendidikan hingga sekolah menengah pertama, Khalid Basalamah kemudian bernagkat ke Madinah, Saudi Arabia dan melanjutkan pendidikannya SMA nya disana di tahun 1990an.

Setiap harinya yang ia lakukan adalah belajar agama seperti belajar tentang ayat-ayat alquran serta hadist nabi. Kegiatan lain yang Khalid Basalamah lakukan hanyalah pergi ke sekolah ataupun pergi ke masjid Nabawi untuk beribahadah. ia juga biasa mengunjungi orang-orang Indonesia yang menetap disana.

Untuk pendidikan tingkat master, ia selesaikan di Universitas Muslim Indonesia di Makassar. Dan gelar doktor atau S3 ia selesaikan di Universitas Tun Abdul Razak, Malaysia.

Pengusaha

Selain sibuk dalam aktivitas dakwah, Ustaz Khalid Basalamah juga menjalankan usaha bisnis. Seperti sebagai direktur PT. Ajwad yang bergerak di bidang bisnis kayu gaharu, Ajwad Gold, Ajwad Restoran Timur Tengah, Ajwad Souvenir Timur Tengah atau oleh-oleh haji umrah yang terletak di Kalibata City Square dan penerbitan buku-buku Islam.

Sebagai salah satu cara untuk memperkenalkan makanan dan juga minuman yang halal dan juga bercita rasa tinggi maka DR. Khalid Basalamah MA mempunyai sebuah restoran yang ia beri nama “Ajwad Resto” di resto ini anda bisa menikmati beberapa masakan dan juga minuman yang bernuansa Timur Tengah dengan berbagai bumbu rempah-rempah yang berkualitas dan juga diramu oleh chef-chef handal.

Resto ini merupakan salah satu cara beliau untuk mengurangi jumlah pengangguran yang ada di Indonesia dan juga bisa dibilang salah satu cara beliau mengenalkan makanan Timur Tengah kepada masyarakat Indonesia. Alamat Resto ini cabang pertama ada di Jalan KALIBATA Raya No 1 Kalibata City Square blok E no 11 Jakarata, Indonesia, dan cabang ke dua ada di Jl. Raya Condet No. 50, RT.1/RW.3, Batu Ampar, Keramatjati, Jakarta Timur, 13530.

Selain itu ia juga menekuni aktivitas lembaga sebagai Ketua Umum Yayasan Ats-Tsabat Jakarta Timur, Ketua Forum Pengiriman Dai Irian dan Penasehat Wesal TV Jakarta.

Karya Buku Ustaz Khalid Basalamah

Mengenai karya buku Ustaz Khalid Basalamah diantaranya:

1. Palestina Yang Terlupakan, (Buku pertama yang sudah terbit).

2. Sirah Nabawiyah, (Belum terbit).

3. Bulughul Maram Sarahnya, (Belum terbit).

4. Minhajul Muslim Sarahnya, (Belum terbit).

5. Riyadhush Shalihin Sarahnya, (Belum terbit).

6. Pondasi Agamamu, (Belum terbit).

Ustaz Khalid Basalamah, meluncurkan buku yang pertama terbit, buku yang beliau beri judul “Palestina Yang Terlupakan”, penerbitnya yaitu Pustaka Ibnu Zaid, diterbitkan pada cetakan ke-1, Februari 2018 M/ Jumadil Awal 1439 H, cetakan ke-2, Maret 2018 M/ Jumadil Akhir 1439 H, jumlah halaman yaitu 94 Halaman (full color).

Buku ini diantaranya berisi tentang bagaimana setelah Nabi Ibrahim As hijrah ke tanah palestina, banyak Nabi dan Rasul yang diutus oleh Allah SWT di tanah tersebut. Palestina semakin mulia karena Rasulullah Saw bertolak perjalanan mi‟raj dari sana. Nama “Palestina” sendiri sudah dikenal sejak zaman Yunani Kuno. Pada saat ini, Palestina menjadi rumah dari tiga agama samawai: Islam, Yahudi, dan Nasrani. Terletak di lokasi yang strategis, palestina mempunyai sejarah yang panjang dan ramai sebagai persimpangan agama, budaya, perdagangan, hingga politik.

“Kalo yang sudah terbit baru satu “Palestina Yang Terlupakan”, tapi kalo yang menyusul ini ada tidak kurang 30 judul, tapi yang insaallah dalam waktu dekat ada Sirah Nabawiyah, ada hampir semua buku saya bedah, seperti Bulughul Maram akan terbit sarahnya kemudian Minhajul Muslim sarahnya, Riyadhush Shalihin sarahnya. Semua buku-buku itu akan ada sarahnya, sudah ada buku yang selalu selama ini ceramah-ceramah Tabligh Akbar seperti Shalawatu Minhal Masir Rizkimu kemudian Pondasi Agamamu ini semua akan terbit dalam bentuk buku juga.” Ujar Ustaz Khalid Basalamah

Khalid Basalamah dan Syafiq Reza Basalamah

Ustad Khalid Basalamah dan Ustaz Syafiq Reza Basalamah tidak dikenal sebagai saudara kandung. Hanya saja, beliau memiliki nama marga yang sama yaitu Basalamah. Marga Basalamah merupakan salah satu marga Arab Hadramaut yang merujuk kepada nama keluarga atau marga yang dipakai oleh keturunan bangsa Arab, yang berasal dari daerah Hadramaut di Yaman, yang letaknya di Jazirah Arab bagian selatan. Penamaan marga sendiri dipilih berdasarkan kabilah, tempat asal, sejarah, kebiasaan atau sifat serta nama nenek moyang golongan tersebut.



Ustaz Dr. Khalid dan Ustaz Dr. Syafiq memiliki almameter yang sama-sama dari Universitas Islam Madinah. Hanya saja, Ustaz Khalid tidak melanjutkan studinya S2 dan S3 nya di Madinah seperti Ustaz Dr. Syafiq yang menyelesaikan doktoralnya di kota Madinah, kota yang terjaga kesuciannya ini. Hal yang terpenting adalah keduanya sama-sama Ustaz Ahlus Sunnah yang senantiasa berpegang pada Aqidah Salaf dan mengajak masyarakat Indonesia untuk kembali kepada kemurnian ajaran Agama Rasulullah yang masih putih bersih dari noda syirik dan bid'ah.

Pada 18 Oktober 2016, kedua Ustaz yang bergelar doktor, yaitu Ustaz Khalid Basalamah dan Ustaz Syafiq Riza Basalamah bertemu di Masjid Nurul Iman, Blok M Square Lantai 7. Beliau, hafizhahumullah mengisi kajian sunnah di waktu yang beriringan dimana Ustaz Khalid Basalam mengisi kajian sirah sahabat yang berjudul "Umair bin Sa'ad" radhiyallahu 'anhu, sosok sahabat nabi yang menjadi gubernur yang zuhud. Kajian ini dilaksanakan pada ba'da sholat zuhur. Setelah itu, giliran Ustaz Syafiq Riza Basalamah yang kemudian mengisi kajian dengan judul "Jangan Cemburu". Alhasil, kajian pada hari itu membludak karena diisi oleh kedua Ustaz yang sangat dicintai oleh masyarakat.

Dakwah yang Mencerahkan

Ustaz Khalid Basalamah berdakwah di mana-mana. Dari satu masjid ke masjid lain. Bahkan ia sering diundang untuk berdakwah sampai ke luar negeri.

Ustaz ini terkenal dengan dakwahnya yang tegas. Berbagai macam kitab, dalil, dan hadist yang kuat dijadikan materi ceramah. Berbagai ceramah beliau juga banyak memberikan jalan untuk para pendengarnya mendapat hidayah untuk hijrah menjadi lebih baik.

Banyak pula artis seperti Teuku Wisnu dan Irwansyah yang tergabung dalam Kajian Musawarah belajar dari Ustaz Khalid Basalamah.

Cara menyampaikan ceramah pria kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan ini tidaklah semenakutkan apa yang orang lain pikirkan tapi justru mengemas kajian dengan cara yang santai dan mudah dicerna anak muda atau mileneial yang mendengarnya.

"Saya hanya menjadikan setiap jemaah yang ada di depan saya semuanya, mau muda mau tua, begitu mereka bubar dari pengajian dia berbekas dan dia berubah," kata Khalid

"Untuk itu kami sudah sepakat dakwahnya adalah dakwah salaf atau sunnah. Dakwah yang murni Islamnya. Maka itu yang akhirnya membuat ketemu di satu titik dan Alhamdulillah diterima oleh anak muda," kata dia.

Lulusan Universitas Madinah, Arab Saudi itu mengaku tak menyangka dakwah yang mengadopsi konsep materi perkuliahan ke dalam pengajian makin banyak diterima dan malah menginspirasi anak muda untuk berhijrah. 

Khalid sendiri pernah tercatat sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Indonesia. Dia mengadopsikan tehnik pengajaran di kampus dengan kajiannya di mimbar ceramah karena tak merasa puas apabila materi dan pengetahuan yang dimilikinya hanya 'dinikmati' oleh mahasiswanya sendiri kala itu.

"Jadi kan kalau di kuliah cuma 50 sampai 100 orang mahasiswa. Tapi kalau materi kuliah saya pindahkan ke pengajian dan dibagikan lewat media sosial bisa pengaruhi 200 juta umat islam di Indonesia," kata Khalid.



Khalid menyatakan fenomena anak muda yang memilih berhijrah saat ini dipengaruhi beberapa faktor pendorong. Khalid berusaha mengisi celah di kalangan anak muda dengan cara menanamkan pemahaman ajaran Islam sesuai ketentuan yang menyeluruh.

"Jadi mereka menganggap 'ya saya yang penting muslim, tapi lifestyle-nya, pakaian, cara mereka ngobrol, ekonomi dan semuanya jauh dari agama'. Jadi istilah yang ada sekarang sekuler sebenarnya. Memisahkan negara dengan agama, memisahkan agama dengan kehidupan sehari-hari," kata dia. (Mr)


Back to Top