Adi Hidayat, Ustaz yang Hafal Alquran Lengkap dengan Ayat dan Letak Barisnya

gomuslim.co.id - Beberapa tahun terkhir memang di Indonesia bermunculan banyak sekali ustaz-ustaz baru dengan keilmuan yang mumpuni. Para ustaz baru ini kebanyakan masih muda dan menempuh pendidikan agama di luar negeri yang biasanya dari Timur Tengah. Salah satu dari sekian banyak ustaz yang bermunculan ini adalah Ustaz Adi Hidayat. 

Meski bisa dikatakan merupakan pendatang baru, namun keilmuan beliau di bidang agama tidak diragukan lagi. Bahkan ustaz asal banten ini sangat menguasai  isi kitab suci Alquran beserta letak barisnya. Selain itu, ia juga menguasai ilmu hadis dan berbagai kitab agama beserta makna dan posisinya.

Lalu siapa sebenarnya sosok Ustaz muda yang cerdas ini, bagaimana latar pendidikan Ustaz Adi Hidayat dan kiprah beliau dibidang dakwah!

Ustaz Adi Hidayat Lc. MA lahir di Kampung Ciekek Babakan Karaton RT 02/06, Kelurahan Karaton Kecamatan Majasari Kabupaten Pandeglang Banten pada tanggal 11 September 1984. Beliau lahir dari pasangan Warso Supena dan Hj. Rafia Akhyar.

Ayah beliau meninggal pada tahun 1997, persis saat Adi Hidayat masuk pesantren Darul Arqom Garut pada umur 13 tahun. Sejak saat itu, ibu Adi Hidayat berjuang sendiri untuk keberlangsungan hidup dan pendidikan anak-anaknya.

Adi Hidayat memiliki 4 orang saudara yang bernama Ade Rahmat, Neng Inayatin, Ima Rakhmawati dan Ita Haryati. Ia menikah dengan Shufairok dan telah dikarunia dua orang anak yang bernama Muhammad Hamilul Qur'ani (Amil) dan Amelia Habibatul Musthafa.

Pendidikan

Pendidikan formal beliau dimulai pada TK Pertiwi Pandeglang tahun 1989 dan lulus dengan predikat siswa terbaik. Kemudian melanjutkan pendidikan dasar di SDN Karaton 3 Pandeglang hingga kelas III dan beralih ke SDN III Pandeglang di jenjang kelas IV hingga VI.

Di dua sekolah dasar ini beliau juga mendapat predikat siswa terbaik, hingga dimasukan dalam kelas Unggulan. Kelas Unggulan ini menjadikan persaingan baik dalam prestasi karena berisi anak-anak dengan kemampuan di atas rata-rata di Kabupaten Pandeglang.

Selama bersekolah formal di Sekolah Dasar, Adi Hidayat kecil juga disekolahkan kedua orang tuanya ke Madarasah Salafiyyah Sanusiyyah Pandeglang.

Waktu pagi hari bersekolah formal, siang hingga sore sekolah agama (madrasah diniyah). Dasar memiliki kecerdasan dan kepintaran, beliau juga menjadi siswa berprestasi dan didaulat sebagai penceramah cilik dalam setiap sesi wisuda santri.

Selesai pendidikan tingkat dasar, Ustaz Adi Hidayat melanjutkan jenjang SMP-SMA pada tahun 1997. Lembaga pendidikan yang dipilihkan orang tua beliau adalah Kulliyatul Muallimin al-Islamiyah (KMI) Darul Arqam Muhammadiyah Garut.

Jenjang TMI adalah sebuah program pendidikan yang menaungi jenjang pendidikan setingkat SMP-SMA, yaitu 6 Tahun. Pondok Pesantren yang memadukan pendidikan Agama dan umum secara berimbang serta banyak menelurkan alumni-alumni yang berkiprah di tingkat nasional sampai internasional.

Di Pondok Pesantren inilah beliau mendapatkan bekal dasar utama dalam berbagai disiplin pengetahuan, baik umum maupun agama. Guru utama belia adalah KH. Miskun as-Syatibi, yang mana orang paling berpengaruh dalam menghadirkan kecintaan beliau terhadap al-Quran dan pendalaman pengetahuan.

Semasa dipesantren inilah beliau banyak mendapatkan prestasi baik tingkat Pondok, Kabupaten Garut, bahkan Propinsi Jawa Barat, terkhusus dalam bidang syarh (memahami makna) Al-Quran.

Tingkat kelas II Aliyah (jenjang SMA) bahkan pernah menjadi utusan termuda dalam program Daurah Tadribiyyah dari Universitas Islam Madinah di Pondok Pesantren Taruna al-Quran Yogyakarta.

Ustaz Adi lulus dari jenjang pendidikan TMI pada tahun 2003 dengan predikat santri teladan dalam 2 bidang sekaligus (agama dan umum) serta didaulat menyampaikan makalah ilmiah “konsep ESQ dalam al-Quran” di hadapan tokoh pendidikan M. Yunan Yusuf.

Pada tahun yang sama, beliau mendapat undangan Penelurusan Minat dan Kemampuan (PMDK) dari Fakultas Dirasat Islamiyyah (FDI) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang bekerjasama dengan Universitas al-Azhar Kairo, Mesir.

Menginjak tahun 2005, beliau mendapat undangan khusus untuk melanjutkan studi di Kuliyya Dakwah Islamiyyah di Tripoli, Libya yang kemudian diterima, dengan meninggalkan program Kuliah di UIN Jakarta. Indeks Prestasi Kumulatif beliau saat keluat dari UIN Jakarta adalah 3,98.

Sanad Keilmuan Ustaz Adi Hidayat

Menginjak pengembaraan akademik di Libya, Adi Hidayat muda belajar intensif berbagai disiplin ilmu baik terkait dengan al-Quran, Hadits, Fiqh, Ushul Fiqh, Tarikh, Lughah (bahasa Arab), dan lain sebagainya.

Kecintaannya pada al-Quran dan Hadits menjadikan beliau mengambil program khusus Lughah Arabiyyah wa Adabuha (Bahasa dan Sastra Arab) demi memahami secara mendalam sumber Al-Quran dan Hadits.

Disamping mengenyam pendidikan formal, beliau juga bertalaqqi (belajar tatap muka) pada Guru-guru bersanad baik di Libya maupun negara yang pernah dikunjunginya. Beberapa Guru-guru yang pernah ditimba ilmunya oleh Ustaz Adi Hidayat dalam bidang Al-Quran adalah;

  • Syaikh Dukkali Muhammad al-Alim, beliau seorang Qari internasional
  • Syaikh Ali al-Liibiy, seorang penghulu Islam untuk utusan Eropa
  • Syaikh Ali Ahmar dari Negara Nigeria, seorang Qari Quran dengan riwayat bacaan warsy
  • Syaikh Ali dari Negara Tanzania, seorang Qari Quran dengan riwayat bacaan Duri

Sedangkan sanad keilmuan beliau dalam bidang ulumul quran cabang Ilmu Tajwid bersambung dari Guru-guru beliau Syaikh Usamah, dari Negara Libya. Adapun sanad keilmuan beliau dalam bidang ulumul quran cabang Ilmu Tafsir bersambung dari guru-guru beliau;

  • Syaikh Tanthawi Jauhari, seorang Grand Syaikh (Profesor)  Universitas al-Azhar
  • Dr. Bajiqni, seorang Ulama Libya
  • Sementara sanad Ilmu Hadits beliau pelajari dari Dr. Shiddiq Basyr Nashr dari Libya.

Keilmuan lain yang beliau pelajari adalah Ilmu Fiqh dan ushul Fiqh yang bersanad kepada para Ulama-ulama ternama yaitu Syaikh ar-Rabithi, menjabat sebagai mufti Libya dan Syaikh Wahbah az-Zuhaili, dari Syiria.

Nama yang terakhir ini sering menjadi rujukan Ulama-ulama Nusantara karena terkenal dengan kebijaksanaan dan pendangan tentang moderasi Islam.

Pada ilmu Lughah (Bahasa Arab) melalui jalur sanad Syaikh Abdul Lathif as-Syuwairif, Dr. Muhammad Djibran (Pakar Bahasa dan Sastra), Dr. Abdullâh Ustha, Pakar dalam Nahwu dan Sharaf (gramatikal Bahasa Arab), Dr. Budairi al-Azhari, Pakar ilmu Arudh (Ilmu yang mempelajari Syair Arab). Dan keilmuan terkait sejarah beliau pelajari dari Ammar al-Libiy, salah satu dari Sejarawan Libya.

Kelengkapan pengetahuan dan kedalaman Ustaz Adi Hidayat bisa terukur dari guru-guru beliau yang secara personal dan akademik kredibel. Maka tak heran saat ceramah Ustaz Adi Hidayat paham betul permasalahan-permasalahan agama disertai solusinya yang merujuk pada al-quran dan kitab-kitab hadits.

Karya Tulis

Selain aktif berdakwah, mengisi berbagai seminar di tingkat nasional dan internasional, beliau juga giat mengukir pena di berbagaai jurnal ilmiah berbahasa Arab dan Indonesia. Di antara karya tulis beliau yang telah dibukukan ialah :

  • Minhatul Jalil Bita’rifi Arudil Khalil (Pengantar Kaidah Puisi Arab, Tahun 2010)
  • Quantum Arabic Metode Akhyar (Cara Cepat Belajar Bahasa Arab, Tahun 2011)
  • Ma’rifatul Insan: Pedoman Al-Qur’an Menuju Insan Paripurna (Tahun 2012)
  • Makna Ayat Puasa, Mengenal Kedalaman Bahasa Al-Qur’an (Tahun 2012)
  • Al-Arabiyyah Lit Thullabil Jami’iyyah (Modul Bahasa Arab UMJ, Tahun 2012)
  • Persoalan Hadist-Hadist Populer (Tahun 2013
  • Ilmu Hadist Praktis (Tahun 2013)
  • Tuntunan Praktis Idul Adha (Tahun 2014)
  • Pengantin As-Sunnah (Tahun 2014)
  • Buku Catatan Penuntut Ilmu (Tahun 2015)
  • Pedoman Praktis Ilmu Hadist (Tahun 2016)
  • Al-Majmu’ Bekal Nabi Bagi Para Penuntut Ilmu (Tahun 2016)
  • Manhaj Tahdzir Kelas Eksekutif (Tahun 2017)
  • Muslim Zaman Now: Metode At Taisir 30 Hari Hafal Al-Qur’an (Tahun 2018)

Kiprahnya dalam Dunia Dakwah Indonesia

Buntut terjadinya Revolusi di Libya, untuk penggulingan Muammar Khadaffi, pada tahun 2011 beliau kembali ke Indonesia. Sekembalinya dari Libya beliau mengasuh Ponpes al-Quran al-Hikmah Lebak Bulus.

Dua tahun kemudian beliau berpindah ke Bekasi dan mendirikan Quantum Akhyar Institute pada  tahun 2013, yayasan yang bergerak di bidang studi Islam dan pengembangan dakwah.

Konsentrasi perjuangan dan pemikiran beliau dalam dakwah membawa pada Ikhtiyar mendirikan Akhyar TV pada November 2016. Pendirian stasiun Televisi ini dibantu oleh dua sahabat belliau yakni Heru Sukari dan Roy Winarto sebagai corong dakwah beliau.

Akhyar TV adalah official channel yang dikelola oleh Ustaz Adi Hidayat dengan tagline “Sajian terbaik untuk ummat terbaik”.

Kegiatan ta’lim Ustaz Adi Hidayat dapat diakses melalui live dan video kajian melalui website di www.akhyar.tv, melalui perangkat elektronik layar besar seperti smart televisi yang sudah terintegrasi internet dan android dengan akses website www.akhyar.tv/smart-tv, televisi satelit parabola pada satelit palapa D frekuensi 4014 symbol rate 7200 polaritas H, akses melalui Facebook https://www.facebook.com/akhyartv dan youtube https://www.youtube.com/c/AkhyarTv

Hingga saat ini Ustaz Adi Hidayat, Lc, MA banyak mengisi ceramah ceramah agama di berbagai tempat. Jamaah yang mengikuti kajiannya sangat banyak dikarenakan ceramahnya mengenai keislaman sangat mudah dipahami oleh banyak orang. Selain itu video ceramahnya juga banyak ditonton oleh jutaan netizen di Youtube maupun di sosial media lain.

Wallahu a'lam bishawab


Back to Top