Ustaz Abdul Somad, Da'i Sejuta Viewers Asal Sumatera Utara

gomuslim.co.id - Siapa yang tak kenal dengan Ustaz Abdul Somad atau yang namanya sering disingkat UAS? Sebagai seorang pendakwah yang cukup kondang videonya pun banyak menyebar di media sosial dan sudah populer di seluruh penjuru Indonesia.

Ustaz asal Sumatera Utara ini dikenal karena ilmu dan kelugasannya dalam berdakwah. Kemampuannya merangkai kata membuat ceramah beliau mudah dicernah dan dipahami berbagai kalangan masyarakat.

Ia kerap kali membahas ilmu-ilmu hadits dan fikih. Tidak hanya itu saja, ia juga banyak membahas isu nasionalisme serta permasalahan hangat yang sedang terjadi di kalangan masyarakat.

 

Baca juga:

Mengenal Cak Nun, Sosok Budayawan dan Intelektual Islam

 

Meski demikian, ternyata tak banyak orang yang mengetahui latar belakang siapa sebenarnya Ustaz Abdul Somad. Berikut profil Ustaz Abdul Somad.

Selayang Pandang

Nama lengkapnya adalah Ustaz Prof. H. Abdul Somad Batubara, Lc., D.E.S.A., Ph.D., seorang Datuk Seri Ulama Setia Negara. Ia lahir di Silo Lama, Asahan, Sumatra Utara, 18 Mei 1977.

Ustaz Abdul Somad menikah pada usia 31 tahun di tahun 2008 dengan Mellya Juniarti. Dari pernikahan ini Ustaz Abdul Somad dikarunia seorang putra bernama Mesian Haziq Abdillah. Ustaz Abdul Somad resmi bercerai dengan istri pada 03 Desember 2019 atas putusan Pengadilan Agama Bangkinang.

UAS masih bagian keluarga besar dari seorang ulama besar di kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara. yaitu Syekh Abdurrahman atau lebih dikenal sebagai Tuan Syekh Silau Laut I.

"Beranak pinaklah Syekh Abdurrahman, punya anak perempuan bernama Siti Aminah, Siti Aminah punya anak perempuan bernama Hajjah Rohana, Hajjah Rohana punya anak itulah saya Abdul Somad," tutur UAS.

Walaupun moyangnya adalah seorang Syekh, Ustaz Abdul Somad tidak dianggap demikian, sebab Sumatera Utara menganut paham patrilinial atau berdasarkan keturunan ayah.

"Tapi saya tidak dianggap keturunan Tuan Syekh karena dari pihak perempuan. Makanya kalau ada yang bertanya keturunan Tuan Syekh, tidak saya bilang. Terus, ayah saya petani, orang biasa. Kami bukan keturunan bangsawan, bangsa yang hidup di awan," kata UAS.

Sejak dari tigkat bangku Sekolah Dasar Abdul Somad dididik melalui pendidkan yang berbasis pada Tahfidz Alquran. Tahun 1990, setelah tamat dari SD Al-Washliyah Medan, Abdul Somad melanjutkan pendidikannya ke Madrasah Tsanawiyah Mu’allimin Al-Washliyah Medan.

Setelah tamat Tsanawiyah tahun 1993, ia lalu melanjutkan pendidikan ke Pesantren Darularafah Deli Serdang Sumatra Utara selama satu tahun. Kemudian tahun 1994, ia pindah ke Riau guna melanjutkan pendidikan di Madrasah Aliyah Nurul Falah, Air Molek, Indragiri Hulu dan tamat pada tahun 1996.

Kemudian antara tahun 1996–1998 ia sempat berkuliah di UIN Sultan Syarif Kasim Riau. Pada tahun 1998, Pemerintah Mesir membuka beasiswa untuk 100 orang Indonesia yang ingin belajar di Universitas Al-Azhar. Abdul Somad pun mengikuti tes tersebut dan lolos menjadi salah satu dari 100 orang yang berhak menerima beasiswa itu, dengan mengalahkan 900-an orang lainnya.

Kemudian ia melanjutkan pendidikannya di Universitas Al-Azhar Kairo dan berhasil mendapatkan gelar Lc-nya dalam waktu tiga tahun 10 bulan pada pertengahan tahun 2002. Setelah lulus S1 ia pun melanjutkan program pendidikan S2-nya di Universitas Kebangsaan Malaysia, namun ia hanya sempat kuliah disana selama dua semester.

 

Baca juga:

Gus Baha, Manusia Kitab Abad Ini dan Santri Kesayangan Mbah Moen

 

Kemudian pada tahun 2004, melalui AMCI (Agence Marocaine de Coopération Internationale) dari Kerajaan Maroko yang kala itu menyediakan beasiswa bagi pendidikan S2 hingga S3 di Institut Darul-Hadits Al-Hassaniyah (bahasa Prancis: Etablissement Dar El Hadith El Hassania, bahasa Arab: ﻣﺆﺳﺴﺔ ﺩﺍﺭ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﺍﻟﺤﺴﻨﻴﺔ‎), ia terpilih untuk masuk dalam kuota penerimaan orang asing melalui jalur beasiswa.

"AMCI memberi beasiswa tujuh tahun, saya baru habiskan dua tahun, berarti ada jatah lima tahun lagi. Tapi kata emak saya waktu saya mau lanjut Doktor, tak ada gunanya kau balik Doktor kalau aku almarhumah. Akhirnya saya baliklah. Itulah mengapa saya tak Doktor. Kesal seumur hidup tak dapat dijemput balik. Makanya kalau udah salaman, kenalkan Doktor, aduh ciut saya," ujar UAS.

 

Abdul Somad lantas melanjutkan pendidikan S2-nya di Institut Darul-Hadits Al-Hassaniyah Rabat Maroko. Uiversitas tersebut setiap tahunnya hanya menerima 20 orang murid dengan rincian 15 orang Maroko dan lima orang untuk asing.

Program S2 ia selesaikan hanya dalam waktu satu tahun 11 bulan dan pada akhir tahun 2006 akhirya ia mendapatkan gelar D.E.S.A. (Diplome d’Etudes Superieurs Approfondies) yang berarti “Diploma Studi Lanjutan”.

Pendidikan Ustad Abdul Somad

Riwayat pedidikan Usrtadz Abdul Somad dika di tulis secara terturut-turut adalah sebagai berikut:

  • SD Al-Washliyah, Medan, tamat 1990
  • Madrasah Tsanawiyah Mu’allimin Al-Washliyah, Medan, tamat 1993
  • Madrasah Aliyah Nurul Falah, Air Molek, In-hu, tamat 1996
  • S1 Universitas Al-Azhar, Mesir, 2002
  • S2 Dar El Hadith El Hassania, Kerajaan Maroko, 2006
  • S3 Universitas Islam Omdurman, Sudan, 2019

Karir dan Pengabdian

Setelah lulus dari Maroko, Ustaz Abdul Somad hingga saat ini masih aktif mengabdikan diri ke berbagai lembaga, antara lain sebagai berikut:

  • Dosen Bahasa Arab di Pusat Bahasa Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Dosen Tafsir dan Hadis di Kelas Internasional Fakultas Ushuluddin UIN Suska Riau 2009 – 2019
  • Dosen Agama Islam di Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Azhar Yayasan Masmur Pekanbaru
  • Anggota MUI Provinsi Riau, Komisi Pengkajian dan Keorganisasian Periode 2009 – 2014
  • Anggota Badan Amil Zakat Provinsi Riau, Komisi Pengembangan, Periode 2009 – 2014
  • Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama Provinsi Riau, Periode 2009 – 2014

Karya Buku

Selain berdakwah secara langsung, Ustaz Abdul Somad juga menuliskan beberapa buku yang menjadi best seller di kalangan umat Islam, di antaranya:

  • Metode Takhrij Hadits, UIN Suska Press, 2010
  • 37 Masalah Populer
  • 99 Pertanyaan Seputar Sholat
  • 33 Tanya Jawab Seputar Qurban
  • 30 Fatwa Seputar Ramadhan
  • 66 Tanya Jawab Umrah, UAS Press, 2019
  • 35 Kisah Saat Maut Menjemput, UAS Press, 2019

Buku yang Ustaz Abdul Somad Terjemahkan

Keahliannya dalam bahasa arab membuat ustadz ini juga menjadi penerjemah Arab-Indonesia. Beberapa buku yang telah berhasil diterjemahkan yaitu:

  • Perbuatan Maksiat Penyebab Kerusakan Rumah Tangga (Judul Asli: Al-Ma’ashi Tu’addi ila Al-Faqri wa Kharab Al-Buyut), Penulis: Majdi Fathi As-Sayyid. Diterbitkan oleh Pustaka Al-Kautsar, Jakarta, Maret 2008.
  • 55 Nasihat Perkawinan Untuk Perempuan, (Judul Asli: 55 Nashihat li al-banat qabla az-zawaj), Penulis: DR. Akram Thal’at, Dar at-Ta’if, Cairo. Diterbitkan oleh Penerbit Cendikia Sentra Muslim-Jakarta, April-2004.
  • 101 Kisah Orang-Orang Yang Dikabulkan Doanya (Judul Asli: 101 Qishash wa Qishah li Alladzina Istajaba Allah Lahum Ad-Du’a’, Majdi Fathi As-Sayyid. Diterbitkan oleh Pustaka Azzam – Jakarta, Desember 2004.
  • 30 Orang Dijamin Masuk Surga (Judul Asli: 30 al-mubasysyarun bi al-jannah), DR. Mustafa Murad, Dar al-Fajr li at-Turats, Cairo. Diterbitkan oleh Cendikia Sentra Muslim-Jakarta, Juli-2004.
  • 15 Sebab Dicabutnya Berkah (Judul Asli: 15 sabab min asbab naz’ al-barakah), Penulis: Abu Al-Hamd Abdul Fadhil, Dar ar-Raudhah-Cairo. Diterbitkan oleh Cendikia Sentra Muslim-Jakarta, Agustus-2004
  • Indahnya Seks Setelah Menikah (Judul Asli: Syahr al- ‘asal bi la khajal), DR. Aiman Al-Husaini, diterbitkan oleh Penerbit Pustaka Progresif, Jakarta, September 2004.
  • Beberapa Kekeliruan Memahami Pernikahan (Judul Asli: Akhta’ fi mafhum az-zawaj, Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd, diterbitkan oleh Penerbit Pustaka Progresif- Jakarta, September 2004.
  • Sejarah Agama Yahudi (Judul Asli: Tarikh ad-Diyanah al-Yahudiyyah), diterbitkan oleh Pustaka al-Kautsar, Jakarta, Desember 2009.

Ustaz Abdul Somad hari ini menjadi ustaz sejuta umat. Kepiawaiannya memecahkan masalah dalam berbagai prespektif, sehingga tidak menimbulkan kebingungan di kalangan ummat, menjadi ciri khas beliau. Setiap perkataannya selalu didasarkan pada sebuah keilmuan, perkataan ulama, teks dari buku-buku. Sungguh, Ustaz Abdul Somad menjelma sebagai anugerah Tuhan untuk bumi Indonesia. Semoga beliau senantiasa diberikan kesehatan untuk terus bedakwah.


Back to Top