Masjid Agung Al Barkah, Wisata Religi Terindah di Kota Bekasi

gomuslim.co.id – Selain wisata alam, Bekasi memiliki tempat wisata religi terindah dengan Masjid megahnya. Masjid Agung Al Barkah adalah salah satu masjid tertua di Indonesia yang berada di Kota Bekasi.

Keberadaan masjid terbesar di Bekasi ini tak lepas dari sejarah panjang kota berslogan Patriot tersebut. Sejak tahun 1890, beberapa meter dari lokasi alun-alun tersebut memang telah berdiri sebuah masjid yang kala itu disebut Masjid Agung. Setelah beberapa kali direnovasi, akhirnya terbentuk satu bangunan besar dan indah yang menjadi landmark Kota Bekasi, yaitu Masjid Agung Al Barkah.

Masjid Agung Al-Barkah Bekasi terletak di Jl. Veteran No.46, Marga Jaya, Bekasi Selatan Kota Bekasi, Jawa Barat 17141, Indonesia sekitar ±2.66 Km dari Kantor Walikota Bekasi. Lokasi masjid ini berseberangan dengan Rumah Sakit Daerah kota Bekasi.

Masjid agung yang dibangun tahun 1890 dipelopori H. Abd. Hamid (Alm) penghulu Lanraad saat itu, diatas tanah wakaf Bapak Bachroem (Alm) seluas 3370m² terletak di Alun-Alun Kota Bekasi (sekarang bernama Jalan Veteran).

Masjid ini telah mengalami beberapa kali renovasi. Pada tahun 1969 direnovasi total menjadi masjid oleh Bupati Bapak MS. subandi (Alm). Renovasi pertama ketika kota Bekasi menjadi tuan rumah MTQ Jawa Barat 1988, kemudian tahun 1997 lalu direnovasi lagi pada 2002.

Sampai kemudian menjadi bentuknya yang semegah dan semewah sekarang ini setelah melalui renovasi total tahun 2004-2008 yang diprakarsai oleh Walikota Bekasi H. Achmad Zurfaih (Alm).

Masjid Al Barkah, terdapat menara besar di keempat sudut Masjid Agung Al Barkah. Dua menara yang lebih besar di bagian depan dan dua menara yang lebih kecil di bagian belakang. Atap masjid dihiasi satu kubah utama berwarna biru dengan aksen garis melintang dan empat kubah kecil.

Kesan yang mencuat dari tampilan luar masjid adalah suasana teduh. Di area plaza yang melingkar ditanami banyak pohon hingga suasana halaman luar menjadi sangat nyaman. Kesan teduh tersebut langsung tergantikan dengan kesan megah saat memasuki area dalam masjid. Pintu utama berbahan dasar kayu jati dengan ukiran geometris khas Timur Tengah akan langsung menyambut pengunjung.

Area dalam masjid yang dikelola oleh Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di bawah Pemerintahan Kota (Pemkot) Bekasi tersebut terdiri dari dua lantai. Perbedaan kombinasi dua lantai pada masjid ini dengan masjid- masjid besar lainnya adalah lantai dua yang menutupi hingga setengah bagian atas ruang utama.

Arsitektur dalam Masjid Agung Al Barkah Kota Bekasi

Tata letak tersebut menciptakan kesan “tertekan” saat baru memasuki ruang utama, yang merupakan pemaknaan dari perasaan kecil umat manusia jika dihadapkan pada Sang Pencipta. Namun, saat berjalan beberapa meter menuju arah mihrab, akan muncul satu ruang terbuka yang menimbulkan perasaan lapang. Terlebih lagi, dari ruang depan ini terlihat sisi dalam kubah masjid yang sangat indah.

Bagian dalam kubah masjid dihiasi goresan-goresan geometris saling melintang dengan warna dominan hijau dan emas yang melingkari gambar bintang sebagai ciri khas seni Islam. Kubah ini ditopang oleh tiang-tiang yang menggunakan efek visual kayu untuk menciptakan kesan natural di dalam masjid.

Tampaknya, visualisasi naturalis memang sengaja dibuat lebih dominan di dalam masjid. Hal ini juga terlihat pada elemen pembentuk mimbar dan mihrab yang semuanya terbuat dari bahan kayu yang diukir dengan detail bentuk menyerupai bunga.

Di lantai atas terdapat ruang yang digunakan untuk tempat shalat. Ruangan ini berbentuk lantai memanjang dari pintu utama dan berakhir melengkung melingkari bagian depan masjid. Secara keseluruhan, arsitektur bangunan lebih condong kepada bentuk masjid dari Timur Tengah.

Tak hanya itu, di halaman masjid juga terdapat pohon kurma yang cukup populer dan menjadi daya tarik di kalangan masyarakat, lantaran selalu berbuah di bulan Ramadhan. Sedikitnya ada 13 pohon kurma yang saat ini tumbuh subur di halaman masjid, bersamaan dengan beragam tanaman lain.

Masyarakat menilai, rasa kurma yang dihasilkan berbeda dengan yang biasa dijual di pasaran. Karena itu, banyak jamaah masjid yang kerap menanti-nantikan panen buah kurma yang berlangsung setahun sekali itu. (hmz)


Back to Top