Detoksifikasi Tubuh: Manfaat Tersembunyi dari Puasa Ramadan

gomuslim.co.id – Ibadah puasa merupakan kewajiban bagi umat Muslim. Selain kewajiban, ternyata puasa juga mempunyai banyak khasiat. Banyak penelitian yang memuji manfaat kesehatan dari puasa.

Ketika kita menahan diri untuk tidak memberikan asupan makanan ke dalam tubuh kita, tubuh akan menyembuhkan dirinya sendiri. Tubuh akan berusaha memulihkan keseimbangan semua sistemnya ketika diberi kesempatan.

Studi menguraikan banyak manfaat kesehatan dari puasa pada tubuh secara fisik. Tetapi ada juga manfaat yang kita alami pada tingkat spiritual dan emosional.

Namun, untuk mendapatkan manfaat penuh dari puasa selama Ramadan, sebaiknya mengikuti sunnah dan tidak tidur sepanjang hari atau makan berlebihan.

Untuk lebih memahami ini, pertama-tama mari kita pahami apa itu detoksifikasi (detoks) dan apa yang terjadi pada tingkat fisik.

Apa itu Detoksifikasi?

Detoksifikasi paling sering dianggap sebagai cara tubuh membersihkan atau membuang racun. Ini benar, tetapi ini adalah sesuatu yang terus-menerus dilakukan oleh tubuh.

Tubuh kita menggunakan berbagai sistem untuk membuang zat berbahaya. Termasuk kelenjar keringat kulit, kelenjar getah bening, air mata, hidung, saluran pencernaan, tenggorokan, paru-paru, ginjal, kandung empedu dan, tentu saja, hati.

Disfungsi dalam satu sistem dapat menyebabkan beban berlebih dan kegagalan sistem lain. Semua sistem tubuh harus berfungsi sebagai satu tim untuk membuang racun dari tubuh kita.

Hampir setiap saat, tubuh kita terpapar oleh beragam racun, baik yang dihasilkan dari tubuh sendiri, dari lingkungan sekitar (polusi udara), maupun dari pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat misalnya konsumsi makanan yang diolah berlebihan, junk food dan lainnya.

Makan berlebihan secara serius mengurangi kemampuan tubuh untuk mendapatkan keuntungan dari puasa. Karena tujuan pengurangan asupan makanan memungkinkan tubuh membuang racun lebih efektif.

Banyak penyakit kronis dikaitkan dengan beban racun yang ditanggung tubuh dan ketidakmampuannya untuk membuang racun secara efisien.

Racun yang tidak dihilangkan oleh sistem lain diteruskan ke hati dan diubah melalui dua jalur khusus untuk dikeluarkan. Kedua jalur harus berfungsi dengan baik, jika tidak racun tetap berada di dalam tubuh, terperangkap di sel, jaringan, dan organ tubuh.

 

Baca juga:

Ini Ragam Manfaat Puasa bagi Kesehatan dan Tubuh Manusia

 

Perbaikan Spiritual

Ramadan adalah kesempatan besar untuk pembaruan spiritual. Kita punya waktu untuk memperbanyak ibadah. Namun yang lebih penting, dengan berpuasa, kita terus menerus mengingat.

Beberapa orang memilih untuk tidur di siang hari dan tetap terjaga sepanjang malam, kehilangan kebangkitan spiritual yang dapat terjadi selama waktu puasa ini.

Doa, dzikir (membaca doa pendek) dan meditasi juga bermanfaat bagi tubuh yang berpuasa dengan mendorong relaksasi dan mengurangi produksi hormon stres yang kemudian perlu dihilangkan oleh tubuh.

Selain itu, banyak orang menghilangkan zat adiktif dari makanan mereka selama Ramadan, yang dapat menghasilkan hubungan lebih dalam dengan keyakinan agama kita. Potensi pertumbuhan spiritual menjadi eksponensial saat kita menghilangkan gangguan dan penghambat.

Penyembuhan Psikologis

Beberapa orang mungkin berpikir bahwa emosi tidak berpengaruh pada tubuh kita. Seolah-olah emosi itu berada di luar kita. Namun, reaksi emosional kita terhadap rangsangan dari luar sebenarnya adalah aliran biokimia yang rumit yang harus dihadapi tubuh kita setiap hari.

Hormon yang disekresikan oleh kelenjar kita sebagai reaksi terhadap respons emosional berakhir sebagai racun metabolisme. Semakin kita stres, semakin banyak tubuh harus membersihkannya.

Dietrich Klinghardt mencatat bahwa trauma emosional masuk ke dalam jaringan tubuh dan dapat menyebabkan disfungsi. Jika emosi beracun ini tidak ditangani secara konstruktif, proses detoksifikasi/penyembuhan tidak akan terjadi atau menjadi tidak efektif.

Ini berperan langsung ke jalur detoksifikasi hati. Saat kita mengaktifkan tubuh untuk membuang sisa metabolisme yang berlebihan melalui puasa, kita juga membantu detoksifikasi emosional.

Ramadan adalah waktu pembaharuan dan kaderisasi jika kita mengikuti sunnah. Ketika kita melakukannya, kita menuai tidak hanya manfaat fisik, tetapi juga manfaat tambahan untuk kesejahteraan spiritual dan emosional kita.

Sumber:

About Islam

 

Baca juga:

Manfaat Puasa Dalam Melatih Kesabaran


Back to Top