10 Aktivitas yang Tidak Membatalkan Puasa

gomuslim.co.id – Sebentar lagi, umat Muslim di seluruh dunia akan menjalankan ibadah puasa Ramadan. Selama sebulan penuh, Muslim berpuasa, tidak makan, minum dan tidak melakukan hal-hal yang dapat menyebabkan batalnya puasa mulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari.

Sebagian dari Muslim mungkin masih ada yang bingung tentang apakah aktivitas-aktivitas tertentu, selain makan dan minum, membuat puasa batal. Berikut gomuslim akan membahas tentang hal-hal yang tidak membatalkan puasa.

Dikutip dari buku ‘Batalkah Puasa Saya? (Muhammad Saiyid Mahadhir), setidaknya ada 10 aktivitas yang tidak membuat puasa batal. Berikut penjelasannya:

1. Bersiwak, Berkumur, Istinsyaq

Bersiwak, berkumur, dan Istinsyaq (memasukkan air kedalam hidung lalu dikeluarkan lagi lewat hidung) merupakan aktivitas sunnah yang dilakukan dalam berthaharah. Sebagaimana cara berwudhunya Rasulullah SAW:

Dari Humran bahwa Utsman RA meminta air wudhu. Lalu ia membasuh kedua telapak tangannya 3 kali. Lalu berkumur-kumur dan menghisap air dengan hidung dan menghembuskannya keluar. Kemudian membasuh wajahnya 3 kali. Lalu membasuh tangan kanannya hingga siku-siku 3 kali dan tangan kirinya pun begitu pula. Kemudian mengusap kepalanya. Lalu membasuh kaki kanannya hingga kedua mata kaki 3 kali dan kaki kirinya pun begitu pula. Kemudian ia berkata: “Saya melihat Rasulullah SAW berwudhu seperti wudhu-ku ini”. (HR. Bukhari, Muslim)

Adapun tantang bersiwak sebagaimana sabda Nabi dalam hadits lainnya:

Seandainya Aku tidak memberatkan ummatku pastilah aku perintahkan mereka untuk menggosok gigi setiap berwudhu'. (HR. Ahmad)

Kesunnahan ini masih tetap ada walaupun seseorang yang berwudhu tersebut dalam keadaan puasa, hanya saja perlu kehati-hatian, agar saat berkumur-kumur atau saat istinsyaq tidak berlebihan sehingga bisa masuk ke tenggorokan hingga akhirnya masuk ke perut, jika itu yang terjadi maka ia bisa membatalkan puasa.

Imam Zakariyah Al-Anshari menjelaskan bahwa orang yang berpuasa maka tidak disunnahkan untuk berlebihan dalam berkumur karena khawatir membatalkan puasanya.

2. Mencicipi Makanan

Perihal mencicipi makanan dengan cara hanya meletakkannya di lidah setelah itu diludahkan lagi, maka ia dianggap tidak membatalkan puasa. Ini mirip dengan aktivitas bersiwak (menggosok gigi dengan pasta), juga mirip dengan berkumur-kumur, dimana hanya sampai dimulut saja setelah itu dikeluarkan lagi.

Namun jika berkumur-kumur setelah itu ditelan maka dipastikan puasanya batal, atau mencicipi makan namun setelah itu tidak diludahkan (maksudnya ditelan) maka puasa bisa menjadi batal.

3. Tercium Aroma

Di antara hal yang sulit dihindari adalah terciuamnya aroma sedap amaupun tidak sedap lewat udara yang kita hirup. Hal ini menurut keterangan dari Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaili bisa dipastikan tidak membatalkan puasa.

4. Mandi dan Berenang

Mandi didalam kamar mandi atau bahkan berenang tidak membatalkan puasa, asalkan saat mandi atau berenang itu tidak ada air yang masuk ke tenggorokan. Jika sambil menyemelam minum air, itu sudah pasti batal.

5. Celak Mata

Dasarnya adalah perilaku Rasulullah SAW yang pernah menggunakan celak mata pada saat berpuasa. Dari Aisyah RA:

Bahwa Nabi SAW memakai celak mata pada bulan Ramadan dan beliau dalam keadaan berpuasa. (HR. Ibnu Majah)

6. Obat Tetes Mata

Obat tetes mata yang memang diteteskan di mata dinilai tidak membatalkan puasa karena memang diyakini tidak ada saluran dari mata menuju tenggorokan atau kepala. Berbeda jika sendainya obat tetes mata salah guna dengan cara diminum maka sudah pasti batal puasanya.

17. Inhaler Pereda Pilek

Sebagian orang kita masih ada yang menggunakan inhaler untuk meredekan pilek dengan menghirup aroma mint-nya. Maka untuk yang seperti ini dinilai tidak memtalakan puasa, karena ini mirip dengan kasus menghirup aroma dari udara.

8. Keluar Mani (Lewat Mimpi)

Rasulullah SAW bersabda:

Tiga hal yang tidak membuat batal orang yang berpuasa: Berbekam, muntah dan mimpi (hingga keluar mani)”. (HR. At-Tirmizi)

Hanya saja setelah bangun dari tidur untuk segera mandi wajib agar tetap bisa melaksanakan ibadah lainnya semisal salat, membaca Alquran, dan lainnya.

9. Subuh Belum Mandi Wajib

Para ulama termasuk didalamnya Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam As-Syafii dan Imam Ahmad meyakini bahwa siapa saja ketika masuk waktu subuh masih dalam keadaan junub termasuk bagi perempuan yang haidnya berhenti sejak malam namun belum mandi hingga subuh maka puasanya tetap sah.

Diyakini ini juga pendapatnya para sahabat Ali bin Abi Thalib, Ibnu Mas’ud, Abu Dzar, Zaid bin Tsabit, Abu Ad-Darda’, Ibnu Abbas, Ibnu Umar dan Aisyah RA. Dasarnya adalah perilaku Rasulullah SAW:

Adalah Rasulullah SAW pernah masuk waktu subuh dalam keadaan junub karena jima‘ bukan karena mimpi, kemudian beliau mandi dan berpuasa. (HR. Muttafaq 'alaihi)

Memang ada hadits yang mengatakan: “Orang yang masuk waktu shubuh dalam keadaan junub, maka puasanya tidak sah” (HR. Bukhari)

Akan tetapi ada dua kemungkinan dari hadits tersebut. Pertama hadits tersebut sudah dihapuskan keberlakukannya (mansukh), dan kedua, hadits tersebut untuk mereka yang sudah tahu bahwa fajar/subuh sudah tiba namun masih meneruskan aktivitas hubungan suami-istri.

Namun walau bagaimanapun sebaiknya ketika setelah sahur agar segera mandi, agar bisa mengerjakan salat subuh diawal waktu, terlebih bagi mereka yang ingin berjamaah subuh di masjid.

10. Makan dan Minum Karena Lupa

Apa saja dilakukan dengan alasan lupa dan benar-benar lupa, maka ia tidak membatalkan puasa. Sandarannaya adalah hadits Rasulullah SAW:

Siapa lupa ketika puasa lalu dia makan atau minum, maka teruskan saja puasanya. Karena sesungguhnya Allah telah memberinya makan dan minum.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sumber:

Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc. M.Ag. 2019. Bekal Ramadhan dan Idul Fithri (4): Batalkah Puasa Saya?. Jakarta: Rumah Fiqih Publishing

Zakariya al-Anshari, Asna al-Mathalib, Bairut-Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.

Wahbah Az-Zuhaili, Mausuah Al-Fiqh Al-Islami

An-Nawawi, Al-Majmu’

 


Back to Top