Ini Kalimat Zikir yang Ringan di Lisan, Namun Berat dalam Timbangan

gomuslim.co.id – Salah satu amalan yang paling mudah dilakukan oleh umat Muslim adalah zikir. Secara bahasa, zikir berasal dari bahasa Arab. Yakni kata dzakara, yadzukuru, dzikran yang berarti secara lisan (menyebut, menuturkan, mengatakan) dan dengan hati (mengingat dan menyebut).

Dalam prakteknya, zikir bisa dilakukan dengan membaca tasbih (Subhanallah), tahmid (Alhamdulillah), takbir (Allahu Akbar) dan tahlil (Laa Ilaha Illallah). Bahkan dalam beberapa riwayat disebutkan, tilawah (membaca) Alquran adalah zikir paling utama.

Bagi orang beriman, zikir adalah ruh kehidupan. Allah SWT dalam Alquran memerintahkan orang-orang beriman untuk senantiasa berzikir mengingat-Nya. Beberapa di antaranya dalam surat An-Nisa’ ayat 103, Al-Ma’idah ayat 4, Al-Hajj ayat 36 dan Al-Jumu’ah ayat 10.

Namun, apakah sahabat gomuslim sudah tahu bahwa ada sebuah zikir yang mudah dilafalkan secara lisan, namun berat dalam timbangan amalan. Zikir tersebut adalah bacaan ‘Subhanallah wa bi hamdih, subhanallahil ‘azhim’.

Hal ini sebagaimana dalam hadits dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ، ثَقِيلَتَانِ فِى الْمِيزَانِ ، حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ

“Ada dua kalimat yang ringan di lisan, namun berat dalam timbangan, dan dicintai oleh Ar Rahman yakni “Subhanallah wa bi hamdih, subhanallahil ‘azhim” (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya. Maha Suci Allah Yang Maha Agung). (HR. Bukhari no. 6682 dan Muslim no. 2694)

Zikir “Subhanallah”, artinya Maha Suci Allah, maksudnya adalah mensucikan Allah dari berbagai macam kekurangan dan aib yang ada pada-Nya. Lalu menyatakan bahwa Allah Maha sempurna dari segala sisi.

Zikir “Wa bihamdihi”, artinya segala puji bagi Allah, artinya kita memuji Allah karena Dialah yang pantas mendapatkan pujian dan sanjungan disebabkan nama dan sifat-Nya yang sempurna, nikmat-nikmat-Nya yang melimpah ruah, kedermawanan-Nya kepada hamba-Nya, dan keelokan hikmah-Nya.

Allah SWT memiliki nama, sifat dan perbuatan yang sempurna. Semua nama Allah adalah nama yang terindah dan mulia, tidak ada nama Allah yang tercela. Demikian pula dalam hal sifat-sifat-Nya tidak ada sifat yang tercela, bahkan sifat-sifat-Nya adalah sifat yang sempurna dari segala sisi.

Perbuatan Allah juga senantiasa terpuji, karena perbuatan-Nya berkisar antara menegakkan keadilan dan memberikan keutamaan. Maka bagaimana pun keadaannya Allah senantiasa terpuji (lihat al-Qawa’id al-Fiqhiyah karya Syaikh as-Sa’di, hal. 7)

Subhanallahil ‘Azhim. Makna ucapan ini adalah tidak ada sesuatu yang lebih agung dan berkuasa melebihi kekuasaan Allah SWT dan tidak ada yang lebih tinggi kedudukannya daripada-Nya, tidak ada yang lebih dalam ilmunya daripada-Nya. Maka Allah ta’ala itu Maha agung dengan dzat dan sifat-sifat-Nya (lihat Syarh Riyadh as-Shalihin li Ibni Utsaimin, 3/446).

Hal itu menunjukkan keagungan, kemuliaan, dan kekuasaan Allah ta’ala, inilah sifat-sifat yang dimiliki oleh-Nya. Di dalam bacaan dzikir ini tergabung antara pujian dan pengagungan yang mengandung perasaan harap dan takut kepada Allah ta’ala (lihat Taudhih al-Ahkam, 4/884-885).

Dalam Muqoddimah Al Fath (Fathul Bari), Ibnu Hajar RA menjelaskan, maksud ‘dua kalimat’ adalah untuk memotivasi berzikir dengan kalimat yang ringan. Maksud ‘dua kalimat yang dicintai’ adalah untuk mendorong orang berzikir karena kedua kalimat tersebut dicintai oleh Ar Rahman (Allah Yang Maha Pengasih).

Maksud ‘dua kalimat ringan’ adalah untuk memotivasi untuk beramal (karena dua kalimat ini ringan dan mudah sekali diamalkan). Maksud ‘dua kalimat yang berat di timbangan’ adalah menunjukkan besarnya pahala.

Hadits tersebut menunjukkan bahwa cinta Rabb mendahului hal itu, kemudian diikuti dengan zikir dan ringannya zikir pada lisan hamba. Setelah itu diikuti dengan balasan dua kalimat tadi pada hari kiamat. Makna zikir tersebut disebutkan dalam akhir do’a penduduk surga yang disebutkan dalam firman Allah,

دَعْوَاهُمْ فِيهَا سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَتَحِيَّتُهُمْ فِيهَا سَلَامٌ وَآَخِرُ دَعْوَاهُمْ أَنِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

“Do’a mereka di dalamnya adalah: “Subhanakallahumma”, dan salam penghormatan mereka adalah: “Salam”. Dan penutup doa mereka adalah: “Alhamdulilaahi Rabbil ‘aalamin”.” (QS. Yunus: 10)

Demikian, semoga kita semua dimudahkan Allah agar selalu mengamalkan zikir yang sederhana ini setiap saat. Selalu istiqomah untuk berzikir dan membaca Alquran. Aamiin. Wallahu'alam Bishawab

Sumber: 

Rumahsyo, Muqqodimah Al Fath, Ibnu Hajar Al Asqolani


Back to Top