:
:
Belajar Islam
Tahnik, Amalan Sunnah yang Dianjurkan Rasulullah SAW

gomuslim.co.id - Ada salah satu sunnah menyambut bayi yang baru lahir namun belum begitu familiar di Indonesia. Sunnah itu adalah tahnik. Tahnik bisa dilakukan oleh orangtua pasca keliharan anaknya.

Pengertian tahnik adalah memberikan kunyahan kurma kepada bayi yang baru lahir. Sehingga kunyahan kurma yang halus tersebut masuk kedalam perut bayi.

Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitab Al Asqalani (1993) menjelaskan pengertian tahnik sebagai berikut, “Tahnik ialah mengunyah sesuatu kemudian memasukkannya ke mulut bayi lalu menggosok-gosokkan ke langit-langit mulut. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar bayi terlatih dengan makanan, juga untuk menguatkannya. Seyogyanya dalam mentahnik hendaklah mulut (bayi) dibuka sehingga (sesuatu yang dikunyah) masuk ke dalam perutnya. Tahnik lebih utama dilakukan dengan kurma kering (tamr). Jika tidak ada tamr, maka dengan kurma basah (ruthab). Kalau tidak ada kurma, bisa diganti dengan sesuatu yang manis. Tentunya madu lebih utama dari yang lainnya”

Tahnik dilakukan agar yang pertama kali masuk ke perut bayi adalah sesuatu yang manis, karena Rasulullah saw mentahnik bayi yang baru lahir dengan kurma. Ada beberapa dalil yang menyebut soal tahnik, salah satunya adalah hadits sahih berikut sebagai berikut:

Baca Juga: 

UAH Mentahnik Anaknya yang Keempat, Begini Tahnik Sesuai Sunnah

Dari Aisyah binti Abi Bakar ia berkata, "Ada bayi laki-laki yang dibawa kepada Nabi saw. Lalu beliau mentahniknya. Kemudian bayi itu kencing dipangkuan Nabi dan beliau memercikkan air di atas kencing tersebut." (HR. Bukhari dan Muslim).

Ada pula hadis Abu Burdah dari Abu Musa, dia berkata, "Aku pernah dikaruniai anak laki-laki, lalu aku membawanya ke hadapan Nabi saw, maka beliau memberinya nama Ibrahim dan mentahniknya dengan sebiji kurma (tamr)." (HR. Bukhari).

Imam Nawawi mengatakan, “Sunnah hukumnya pada seorang bayi ketika baru lahir untuk ditahnik dengan kurma, caranya adalah seseorang mengunyah kurma tersebut kemudian memutar kunyahan kurma tadi di langit langit mulut bayi dan membuka mulutnya sehingga sebagian kunyahan tadi masuk ke perut bayi.”

Sebagai amalan sunah, tentu tahnik memiliki sejumlah keutamaan di baliknya. Dalam kitab Fathul Bari dikatakan bahwa tahnîk bisa melatih dan menguatkan sang bayi untuk makan.

Pada dasarnya tujuan tahnik adalah memberikan manfaat dan kebaikan terhadap bayi yang baru lahir, baik itu ruhani maupun jasmani. Mendoakan kebaikan dan keberkahan pada saat mentahnik bayi merupakan manfaat tahnik bagi ruhani bayi. Sedangkan memasukkan kurma yang sudah dilumatkan dalam mulut merupakan tahnik yang memberi manfaat pada jasmani bayi.

Secara umun kurma mengandung berbagai macam nutrisi antara lain zat-zat gula (campuran glukosa, sukrosa, dan fruktosa), protein, lemak, serat, vitamin A, B1, B2, B3, potasium, kalsium, besi, klorin, tembaga, magnesium, sulfur, fosfor, dan beberapa enzim.

Dalam jurnal Living hadits disebutkan bahwa berdasarkan pada hadits-hadits, tahnik yang diajarkan oleh Rasulullah SAW adalah sebagai metode vaksinasi secara Islam. Namun secara medis, belum ada pembuktian bahwa tahnik mampu berperas sebagai vaksinasi bagi bayi.

Baca Juga:

Resep Nasi Goreng Kurma yang Lezat dan Penuh Barokah

Sahabat gomuslim, itulah informasi mengenai tahnik. Semoga bisa diamalakan sesuai dengan yang dianjurkan dan dicontohkan oleh Rasulullah SAW. (wan/ republika / akurat / JURNAL LIVING HADIS)

wallahualam

Responsive image
Other Article