Beberapa Hadits Tentang Silaturahmi yang Perlu Diketahui

gomuslim.co.id - Pedoman hidup umat muslim berpegang teguh pada Alquran dan Hadits. Islam merupakan agama rahmatan lil alamin. Dengan demikian, yang menyangkut tentang kehidupan dituangkan dalam peraturan yang tersirat pada Alquran dan hadits, termasuk hadits silaturahmi. Hadits tersebut menjelaskan beberapa hal terkait dengan peraturan silaturahmi.

Silaturahmi adalah salah satu amalan umat muslim untuk menyambung tali persaudaraan. Melansir dari laman NU Online, silaturahmi adalah amalan utama karena mampu menyambungkan apa-apa yang putus. Oleh karena itu, silaturahmi memiliki keutamaan atau manfaat yang luar biasa.

Sahabat gomuslim, berikut ini adalah beberapa hadits tentang silaturahmi yang bisa menjadi referensi diri kita untuk mau dan terus mau bersilaturahmi:


عْبُدُ اللَّهَ لاَ تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا، وَتُقِيمُ الصَّلاَةَ، وَتُؤْتِي الزَّكَاةَ، وَتَصِلُ الرَّحِمَ، ذَرْهَ


Artinya: "Beribadahlah pada Allah SWT dengan sempurna jangan syirik, dirikanlah sholat, tunaikan zakat, dan jalinlah silaturahmi dengan orangtua dan saudara." (HR Bukhari).

Demikian pentingnya silaturahmi dalam Islam, bahkan Allah SWT memberikan peringatan dalam hadits silaturahmi terhadap orang-orang yang memutus tali silaturami.


مَا مِنْ ذَنْبٍ أَجْدَرُ أَنْ يُعَجِّلَ اللَّهُ تَعَالَى لِصَاحِبِهِ الْعُقُوبَةَ فِي الدُّنْيَا - مَعَ مَا يَدَّخِرُ لَهُ فِي الآخِرَةِ -
  مِثْلُ الْبَغْىِ وَقَطِيعَةِ الرَّحِمِ

Artinya: "Tidak ada dosa yang lebih pantas disegerakan balasannya bagi para pelakunya di dunia -bersama dosa yang disimpan untuknya di akhirat- daripada perbuatan zalim dan memutus silaturahmi." (HR Abu Daud).

Adakalanya seseorang tetap ingin mempertahankan silaturahmi, sekalipun mendapatkan penerimaan yang tidak baik. Berikut ini hadits silaturahmi yang mengatur akan hal tersebut:

قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ‏:‏ أَنَا الرَّحْمَنُ، وَأَنَا خَلَقْتُ الرَّحِمَ، وَاشْتَقَقْتُ لَهَا مِنَ اسْمِي، فَمَنْ وَصَلَهَا وَصَلْتُهُ، وَمَنْ قَطَعَهَا بَتَتُّهُ

Artinya: Allah SWT yang Maha Besar dan Maha Kuasa berfirman. "Aku adalah yang Maha Pengasih (Ar-Rahman). Aku membuat ikatan persaudaraan dan memberinya nama dari namaKu. Jika siapa saja mempertahankan ikatan silaturahmi, maka mempertahankan hubungan dengannya. Dan Aku akan memutus hubungan dengan siapa saja yang memutuskan silaturahmi." (Disebut dalam kitab Al-Adab Al-Mufrad).

Apabila seseorang mempertahankan silaturahmi, maka Allah akan menjamin kemakmuran pada orang tersebut. Sebagaimana tertuang dalam hadits silaturahmi berikut ini:

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Artinya: "Siapa saja yang senang diberi lebih banyak kemakmuran (wealth) dan umur panjang, maka dia harus menjalin hubungan baik dengan orangtua dan saudaranya." (HR Bukhari).
Sebaiknya seseorang tetap mempertahankan tali silaturahmi agar mendapatkan keutamaan dari Allah SWT. Sebagaimana tertuang pada hadits silaturahmi berikut ini:


عَنْ أَبِي، هُرَيْرَةَ أَنَّ رَجُلاً، قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ لِي قَرَابَةً أَصِلُهُمْ وَيَقْطَعُونِي وَأُحْسِنُ إِلَيْهِمْ وَيُسِيئُونَ إِلَىَّ وَأَحْلُمُ عَنْهُمْ وَيَجْهَلُونَ عَلَىَّ ‏.‏ فَقَالَ ‏ "‏ لَئِنْ كُنْتَ كَمَا قُلْتَ فَكَأَنَّمَا تُسِفُّهُمُ الْمَلَّ وَلاَ يَزَالُ مَعَكَ مِنَ اللَّهِ ظَهِيرٌ عَلَيْهِمْ مَا دُمْتَ عَلَى ذَلِكَ ‏

Artinya: Abu Huraira melaporkan seseorang berkata, "Ya Rasulullah SAW, saya punya keluarga yang jika saya berusaha menyambung silaturrahmi maka mereka berusaha memutuskannya. Dan jika saya berbuat baik pada mereka, maka mereka balik berbuat jelek kepadaku dan bersikap acuh tak acuh padahal saya bermurah hati pada mereka." Rasulullah SAW kemudian menjawab, "Jika seperti yang dikatakan, maka engkau melempar debu panas ke wajah mereka dan tetap di sana atas kehendak Allah SWT. Allah SWT (serta malaikat yang selalu membantu) akan membuatnya terus menang atas mereka selama kamu mengikuti jalan yang baik ini." (HR Muslim).

Selain beberapa hadits yang tercantum diatas, masih banyak lagi hadits mengenai silaturahmi. Sahabat, dengan kita mengetahui contoh hadits tersebut, semoga kita bisa mengamalkan silaturahmi ini. Terlebih bila selama ini merasa bingung untuk bersikap mengenai silaturahmi yang benar. (Wan/NU Online/ Tafsir Web)


Back to Top