Praktik Kurban Online di Masa Pandemi, Apakah Terlarang?

gomuslim.co.id – Walau Idul Adha 1441 H telah hampir usai, mari kita mereview apa yang telah kita lakukan. Hampir tidak pernah absen di setiap tahunnya, banyak lembaga donasi sosial mengkampanyekan produk unggulannya di masa menjelang Idul Adha; yakni kurban daring alias kurban online.

Dan rasanya, produk ini seperti menjawab keinginan banyak orang muslim kota yang memang terlalu banyak kegiatan, bahkan di hari libur, terlebih lagi waktu yang terbatas untuk mencari hewan ternak, atau juga kecakapan yang tidak cukup unutk membedakan mana hewan yang layak dan mana hewan tidak layak. 

Lebih lagi, bahwa kecakapan untuk menyembelih qurban itu bukanlah keahliaan yang biasa dimiliki oleh kebanyakan mereka. Karena itu, kurban online selalu banyak peminatnya.

Muncul kemudian pertanyaan; bagaimana status kurban online ini? Dibolehkan atau malah justru terlarang?

Sebenarnya sistem yang terjadi pada kurban online itu sama persis dengan apa yang terjadi pada kurban konvensional yang penyembelihannya diserahkan kepada panitia kurban di masjid atau di komunitas. Yang terjadi adalah perwakilan dari si pekurban kepada pihak panitia. Dan mewakilkan penyembelihan serta distribusinya bukanlah sesuatu yang aneh apalagi terlarang.

Dulu pun Nabi SAW memberikan kuasa untuk penyembelihan hewan qurbannya kepada Ali RA. Jadi, kurban online ini tidak bermasalah sama sekali. Ini benar-benar bersih dan sah.

Karena, perlu diingat juga bahwa ibadah qurban itu sejatinya adalah ibadah gabungan antara ibadah ritual dengan ibadah sosial. Dan ibadah ritualnnya ada pada mengalirkan darahnya, dan itu terjadi di kurban online juga. Sedangkan distribusikan merupakan ibadah sosial yang mana ibadah ritual menjadi kaya pahala dan berkah dengan adanya tambahan ibadah sosial tersebut.

Artinya uang yang sudah ditransfer kemudian dibelikan hewan ternak dan pada hari raya hewan tersebut disembelih, selesai sudah ibadahnya, dan pemilik uang tentu akan tercatat sebagai pekurban. Dan makin banyak pahalanya ketika daging itu didistribusikan kepada orang-orang yang dianggap berhak oleh panitia.

Kekurangan Kurban Online

Hanya saja kurban daring ini pada prakteknya bagi si pemilik dana, melewatkan banyak adab dan kesunahan kurban itu sendiri. Maksudnya banyak adab dan kesunahan yang dianjurkan untuk dilakukan oleh orang yang berkurban tidak dilakukan oleh pemilik dana tersebut.

Dimana, Ia hanya tahu hasilnya bahwa hewan sembelihannya sudah disembelih. Tapi ia banyak melewatkan beberapa kesunahan, seperti sunnahnya menyembelih sendiri sebagaimana Nabi SAW dan para sahabat lakukan.

Itu tidak terjadi karena kambing yang ia punya entah berada dimana. Padahal dalam penyembelihan tu banyak juga pahala yang bisa dihasilkan; diantaranya membaca bismillah, bershalawat dan juga bertakbir serta membaca doa mohon kepada Allah agar kurbannya diterima.

Kalaupun memang tidak menyembelih langsung karena tidak cakap, kesunahannya adalah menyaksikan hewan sembelihan kita itu disembelih. Dan itu juga tidak terjadi pada kurban daring.

Padahal itu anjuran dan kesunahan yang tentunya ada pahala yang dihasilkan. Sebagaimana dulu Nabi s.a.w. menyembelih hewan kurban milik anaknya; Fatimah RA, lalu beliau SAW memerintahkan sayyidah Fatimah RA untuk berdiri menyaksikan hewannya disembelih.

Dan masih banyak lagi adab serta kesunahan yang terlewat. Pada intinya, kurban daring itu sah dan boleh, hanya saja banyak kesunahan kurban yang terlewat. Wallahua'lam Bisshawab. (hmz)

 

Sumber:

- Buku: Antara Pekurban, Panitia & Tukang Jagal, Ahmad Zarkasih, Lc, Rumah Fiqih Publishing, Rumah Fiqih Indonesia


Back to Top