Hapus Dosa Tahun Lalu dan Setahun Kemudian, Ini Keutamaan Puasa Arafah 

gomuslim.co.id - Puasa Arafah tidak mengikat yang berkurban saja tapi amalan yang bersifat umum. Baik yang mau berkurban atau belum berkesempatan untuk berkurban bisa mengerjakan Puasa Arafah

“Nabi Muhammad SAW pernah ditanya soal kemuliaan puasa Arafah. Beliau menjawab puasa Arafa berpotensi diampuninya dosa-dosa tahun lalu kalau dia benar-benar bertaubat, beristighfar, bermuhasabah. Dengan taubat bukankah dosa-dosanya diampuni?," demikian yang disampaikan Ustad Adi Hidayat (UAH).

Puasa Arafah adalah puasa yang dilaksanakan pada tanggal 9 Zulhijjah atau tahun ini tepat pada Kamis (30/7/2020) di saat para jemaah haji sedang melaksanakan wukuf di Padang Arafah.

"(dengan) berpuasa pada hari Arafah aku mengharap Allah dapat menghapus dosa-dosa pada tahun lalu dan dosa-dosa pada tahun yang akan datang" (HR. Muslim)

Hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah bahwa Rasulullah bersabda:

"Tidak ada hari di dalam setahun yang lebih aku sukai untuk berpuasa pada hari itu, daripada puasa hari Arafah (hadits Hasan yang diriwayatkan Thabari di dalam Tahdzib Al-Atsar)".

Puasa ini sangat dianjurkan bagi umat muslim yang tidak pergi haji, sebagaimana terdapat dalam riwayat dari Rasulullah tentang puasa Arafah:

Dari Abu Qatadah Al-Anshariy (ia berkata),” Sesungguhnya Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam pernah di tanya tentang (keutamaan) puasa pada hari Arafah?” Maka dia menjawab, “ Menghapuskan (kesalahan) tahun yang lalu dan yang sesudahnya.” (HR. Muslim no.1162 dalam hadits yang panjang).

Gandengan puasa Arafah adalah Puasa Tarwiyah, 8 Zulhijjah.

Adapun keutamaan Puasa Arafah dan Puasa Tarwiyah (9 Dzulhijjah) bagi orang yang tidak melaksanakan ibadah haji berdasarkan beberapa hadist Nabi Muhammad SAW adalah:

1. Barang siapa yang menjalankan Puasa Tarwiyah akan dihapus dosa satu tahun yang lalu yang telah terlewati.

2. Sedangkan yang berpuasa di hari Arafah akan dihapus dosa dua tahun (1 tahun yang lalu dan 1 tahun yang akan datang)

Kriteria dosa diampuni

Lalu apa ciri dosa di ampuni? umat akan dijaga Allah dari perbuatan dosa.

Maka orang yang menunaikan puasa Arafah, oleh Allah SWT diberikan bimbingan untuk dijaga dari perbuatan dosa setahun yang akan datang. Itu dalam redaksinya disebutkan diampuni segala dosa dari tahun sebelumnya hingga setahun ke depan.

Cara memahami dosa diampuni yang akan datang bukan otomatis diampuni dosanya. Sehingga ada gambaran yang keliru, seperti orang itu akan bebas melakukan dosa apapun mau korupsi, mengambil barang orang lain. Itu berarti puasa Arafah tidak berhasil.

"Kalau habis itu orang tetap berbuat maksiat dan dosa disengaja menunjukan ada yang tak berhasil dalam puasanya," jelas pendiri Quantum Akhyar Institute ini.

Saat menunaikan Puasa Arafah maka perbanyak ibadah tidak saja puasanya tapi juga amal saleh lainnya. Seperti memperbanyak salat sunnah seperti tahajud, sunah wudhu, salat taubat, sunah qobliyah, sunah ba'diah, salat dhuha. 

Jangan lupa untuk kontemplasi, mengingat dosa yang sudah pernah diperbuat. Muhasabah menyadari kesalahan. Jangan sekedar istighfar tapi tak memikirkan dosa-dosanya.

Dengan melakukan itu maka Allah tidak lagi melihat besar kecilnya dosa yang dilakukan. Tetapi kesungguhan orang itu untuk bertobat. Paling baik dilakukan setelah salat tahajud, sebelum masuk fajar maka perbanyaklah istighfar. 

Rasulullah bersabda :

Sesungguhnya Rasulullah mengumpulkan manusia dan beliau berseru,”Wahai manusia, tobatlah kalian kepada Allah. Sesungguhnya saya bertobat kepada Allah dalam sehari sebanyak 100 kali.”

Rasulullah membaca istighfar 100 kali dalam waktu pagi sebanya 100 kali sebagai ungkapan permohonan ampun dan bertobat kepada Allah.

Dalam asmaul husna, Allah memiliki sifat Al-Ghaffar yang artinya Maha Pengampun dan At Tawwab yang artinya Maha Menerima Taubat.

Bisa istighfar pendek: Astaghfirullah al Adzim 

Istighfar panjang: Astaghfirullah Hal Adzim Alladzi La Ilaha Ila huwal hayyul qoyyumu wa atubu ilaihi. Wallahua'lam Bisshawab. (hmz)

 

Sumber:

- Akun Youtube Ustaz Adi Hidayat Official yang juga pendiri Quantum Akhyar Institute.

 


Back to Top