Agar Istri dan Anak Tidak Jadi Musuh Bagi Suami di Dunia dan Akhirat

gomuslim.co.id - Kehadiran seorang istri bagi lelaki baru menikah tentulah menjadi anugerah. Bukankah Adam merasa kesepian sebelum hadirnya Hawa di tengah kenikmatan surga?

Pun, kehadiran anak bagi pasangan yang telah menikah juga menjadi harapan. Harapan tentang berlanjutnya siklus kehidupan dengan hadirnya keturunan. Harapan tentang masa depan anak yang cemerlang. Harapan tentang misi peradaban. Semua menjadi satu dalam kehidupan yang dijalani, kehidupan berumah tangga.

Allah berfirman: "Sesungguhnya sebagian dari istri-istri kalian dan anak-anak kalian sebagai musuh bagi kalian maka waspadalah kepada mereka" (64 : 14).

Allah mengingatkan kepada para suami untuk tidak mengabaikan iman serta agama istri dan anak agar tidak menjadi musuh di dunia dan musuh di akhirat.

Allah SWT juga berfirman pada ayat-Nya yang lain, "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengkhianati Allah dan Rasul-Nya, dan juga janganlah kalian mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu padahal kamu mengetahui. Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan, dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar," (QS. Al-Anfal: 27, 28).

Supaya anak kita tidak menjadi penyebab turunnya murka dan bencana Allah SWT, maka harus dididik dengan penuh cinta dan kasih sayang, agar anak tumbuh menjadi pribadi yang penuh cinta dan kasih sayang pula. Keberhasilan orangtua mendidik anaknya dapat terlihat dari hasil anak itu sendiri. 

Hal yang harus diperhatikan oleh orangtua adalah kebutuhan sang anak akan pendidikan rohani dan religinya. Tujuannya adalah, agar mereka menjadi hamba Allah yang mengetahui apa tugas utamanya lahir di dunia ini. 

Alangkah lebih bangga orangtua yang memiliki anak dengan gelar doktor sekaligus muwahhid (orang yang bertauhid), atau bergelar arsitek yang mumin dan saleh. Sehingga ilmu yang mereka punya bermanfaat untuk seluruh keselamatan umat.

Suami yang membiarkan dan tidak peduli kepada kejahatan dan keburukan istri dan anak maka kelak mereka akan menjadi musuh dalam kehidupannya dan menyengsarakannya di dunia dan di akhirat.

Karena itu, suami sebagai imam dalam keluarga harus bisa menjadikan istri dan anak sebagai sumber kebahagiaan dan penyelamat di dunia dan di akhirat.

Maka suami harus sukses dalam melaksanakan hal-hal berikut:

  • Menjadi suami yang berkarakter baik dan kokoh sebagai pemimpin bagi keluarga.
  • Menjadi sosok teladan yang baik bagi istri dan anak.
  • Bersikap tegas dalam berpegang kepada nilai-nilai agama.
  • Memberikan bimbingan, arahan dan nasihat kepada istri dan anak sehingga terwujud keshalehan mereka.
  • Mendukung hal-hal yang baik dan positif yang ada pada istri dan anak .
  • Membantu istri dan anak agar bisa istiqamah dalam kebaikan sehingga bersama-sama bisa husnul khatimah.
  • Mencegah dan menjauhkan mereka dari hal-hal serta perbuatan yang mungkar dan bermaksiat kepada Allah.
  • Bersikap bijak dan sabar dalam proses pembentukan pribadi istri dan anak untuk menjadi lebih baik.
  • Memaafkan istri dan anak disaat mereka salah dan khilaf.

Jika suami sudah melaksanakan peran sebagai imam bagi keluarga dan berhasil menjadikan istri dan anak istiqamah dalam kebaikan maka mereka akan menjadi sumber kebahagiaan dan penyelamat baginya di dunia dan di akhirat. Wallahua'lam Bisshawab. (hmz)

Sumber:

- Perempuan yang Peduli Keluarga dan Pendidikan Anak, Catatan Ustazah Dr. Aan Rohanah Lc. M.Ag.


Back to Top