Nabi Perintahkan 3 Ibadah Ini Saat Terjadi Gerhana

gomuslim.co.id – Saat terjadi Gerhana, sebagian dari kita mungkin bingung harus melakukan apa. Beberapa dari kita mungkin belum tahu ada ibadah khusus saat gerhana matahari atau gerhana bulan terjadi. 

Istilah gerhana dalam bahasa arab sering disebut dengan istilah khusuf (الخسوف) dan juga kusuf (الكسوف) sekaligus. Namun masyhur juga di kalangan ulama penggunaan istilah khusuf, dengan huruf kho’, untuk gerhana bulan dan kusuf, dengan huruf kaf, untuk gerhana matahari.

Adapun salat yang dilakukan atas sebab gejala alam ini, para ulama menyebutnya dengan salat khusuf atau salat kusuf. Para ulama mendefinisikannya sebagai, “Salat yang dilakukan dengan cara khusus, pada saat terjadi gerhana matahari atau bulan, secara sempurna atau sebagian saja”.

Dalam hadits-haditsnya seputar peristiwa gerhana, Rasulullah SAW memerintahkan setidaknya 3 jenis ibadah untuk dilakukan. Yaitu ibadah salat, zikir, dan shadaqah.

Salat Gerhana

Para ulama sepakat bahwa salat gerhana disyariatkan di dalam Islam. Hal ini berdasarkan hadits “Dari Abu Mas’ud: Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya matahari dan bulan tidak akan mengalami gerhana disebabkan karena matinya seorang dari manusia, tetapi keduanya adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah. Jika kalian melihat gerhana keduanya maka berdirilah untuk salat”. (HR. Bukhari Muslim)

Hanya saja, para ulama berbeda pendapat dalam menghukumi syariat salat gerhana ini. Menurut mayoritas ulama, hukum salat gerhana matahari adalah sunnah mu’akkadah, di mana mazhab Hanafi menyelisihi mereka dengan menghukumnya dengan hukum wajib.

Adapun untuk hukum salat gerhana bulan, para ulama sepakat bahwa hukumnya tidaklah wajib namun sebatas sunnah. Hanya saja, mazhab Hanafi dan mazhab Maliki menilainya sebagai sunnah biasa. Sedangkan mazhab Syafi’i dan mazhab Hambali menghukuminya dengan sunnah mu’akkad.

Zikir dan Doa

Di samping ibadah salat, para ulama juga sepakat akan disunnahkannya memperbanyak zikir, istighfar dan doa selama peristiwa gerhana. Hal ini didasarkan kepada hadits berikut ini,

“Dari Abu Musa berkata: Rasulullah SAW bersabda: Inilah dua tanda-tanda yang Allah kirimkan, ia tidak terjadi karena hidup atau matinya seseorang, tetapi “(Dia, Allah mempertakuti hamba-hambaNya dengannya)” (Qs. Az-Zumar: 16). Maka jika kalian melihat sesuatu padanya (gerhana), maka segeralah untuk mengingat Allah, berdoa dan minta ampunan. (HR. Bukhari)

Shadaqah

Para ulama juga sepakat akan disunnahkannya melakukan ibadah harta dalam bentuk shadaqah selama peristiwa gerhana ini terjadi ataupun setelah gerhana berlalu. Hal ini didasarkan kepada hadits, dari 'Aisyah RA, dia berkata: Rasulullah saw bersabda: "Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah, dan tidak akan mengalami gerhana disebabkan karena mati atau hidupnya seseorang. Jika kalian melihat gerhana, maka banyaklah berdoa kepada Allah, bertakbirlah, dirikan salat dan bersedekahlah." (HR. Bukhari)

Di antara bentuk shadaqah yang dianjurkan oleh Nabi adalah memerdekakan budak/hamba sahaya. “Dari Asma', ia berkata: "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam telah memerintahkan untuk membebaskan budak ketika terjadi gerhana matahari." (HR. Bukhari). Wallahua'lam Bisshawab. (hmz)

 

Sumber:

- Fiqih Shalat Gerhana Matahari, Penulis: Isnan Ansory, Lc., M.Ag, Rumah Fiqih Indonesia.


Back to Top