Bagian Kedua, 33 Macam Salat Sunnah yang Dilakukan Rasulullah

gomuslim.co.id – Ada 33 macam salat sunnah yang dianjurkan. Pada penulisan sebelumnya, baru disampaikan tiga jenis salat sunnah yaitu salat rawatib, salat sunnah yang dikerjakan untuk mengiringi salat fardhu 5 waktu. Dengan istilah lain, salat rawatib itu sebenarnya adalah salat qabliyah dan ba’diyah.

Kemudian, salat sunnah wudhu adalah salat sunnah yang dilakukan setelah kita melakukan wudhu. Ada hadits shahih yang menunjukkan tentang kesunnahan untuk mengerjakan salat sunnah wudhu.

Dan, Salat tahiyatul masjid adalah salat sunnah yang dikerjakan ketika kita masuk masjid sebagai penghormatan terhadap masjid. Kecuali di Masjidil Haram yang tidak ada salat tahiyatul masjidnya. Sebagai penggantinya adalah melakukan thawaf saja.

Berikut jenis salat sunnah lain yang di lakukan oleh Rasulullah SAW:

Salat Tahajud

Salat tahajud adalah salat sunnah yang dilakukan pada malam hari setelah bangun dari tidur. Salat tahajud juga termasuk bagian dari qiyamullail atau mendirikan malam dengan ibadah.

Imam an-Nawawi rahimahullah (w. 676 H) seorang ulama besar madzhab Syafi’iy menyebutkan definisi salat tahajud sebagai berikut:

قاب الع ما : العهجد ص ه الصعل ئ ال ن بعد النو . اجملموع شرح )43 /4( املهذب

Artinya: “Para ulama mengatakan bahwa salat tahajud adalah salat sunnah pada malam hari setelah bangun dari tidur”

Ada beberapa dalil yang menunjukkan tentang kesunnahan untuk mengerjakan salat tahajud. Diantaranya adalah sebagai berikut:

Dalil pertama adalah Alquran surat al-Isra’ ayat 79 di bawah ini: “Dan pada sebahagian malam hari salat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah sunnah tambahan bagimu. Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji”.

Dalil kedua hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim di bawah ini: “Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu beliau berkata: Sesungguhnya Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: Salat yang paling afdhal setelah salat fardhu adalah salat sunnah malam”.

Dalil ketiga  hadits yang diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi di bawah ini: “Dari Abdullah bin Salam radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Wahai manusia, sebarankanlah salam (mengucapkan salam), berikanlah makanan (sadaqah) dan salatlah ketika orang-orang sedang tidur, maka kamu akan masuk surga dengan selamat”.

Untuk jumlah rakaat, Para ulama sepakat bahwa jumlah rakaat salat tahajud paling sedikit adalah 2 rakaat. Adapun paling banyak jumlah rakaat salat tahajud ada khilafiyah diantara para ulama. Madzhab Hanafi berpendapat maximal 8 rakaat. Madzhab Maliki berpendapat maximal 10 atau 12 rakaat. Madzhab Syafi’iy dan Hanbali berpendapat tidak ada batasan untuk jumlah rakaatnya.

Imam ar-Ramli rahimahullah (w. 676 H) seorang ulama besar madzhab Syafi’iy menyebutkan sebagai berikut: Tidak ada batasan untuk salat mutlaq, yaitu salat yang tidak terikat dengan waktu dan sebab. Maksudnya adalah salat ini tidak ada batasan untuk jumlah rakaatnya.

Jadi intinya salat tahajud itu tidak ada batasan mengenai jumlah maximal rakaatnya. Sebab tahajud itu adalah termasuk bagian dari salat mutlaq. Hal ini sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Syaikh Nawawi al-Bantani rahimahullah (w. 1316 H) seorang ulama besar madzhab Syafi’iy asal nusantara (Tanara, Banten) yang menyebutkan sebagai berikut:

“Diantara yang termasuk salat mutlaq adalah salat qiyamullail. Jika dilaksanakan setelah tidur maka disebut dengan salat tahajud walaupun tidurnya di waktu setelah maghrib dan setelah salat isya’ secara jamak taqdim”.

Salat Tarawih

Salat tarawih adalah shalat sunnah yang dilakukan pada malam hari di bulan Ramadan. Kata tarawih (secara bahasa bentuk jama' dari ة) tarwihah (yang artinya istirahat.

Dinamakan salat tarawih sebab setiap selesai 2 rakaat ada istirahatnya sejenak. 51 Biasanya diisi dengan bacaan-bacaan dzikir atau salawat.

Ada banyak hadits shahih yang menunjukkan tentang kesunnahan untuk mengerjakan salat tarawih.

Dalil pertama hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Imam Muslim di bawah ini: “Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu beliau berkata: sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: Barangsiapa yang mendirikan bulan Ramadhan (salat tarawih) karena iman dan mengharap ridha Allah, maka diampuni dosadosanya yang telah lalu.”

Dalil kedua hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Imam Muslim di bawah ini: “Dari Aisyah Ummul Mu’miniin radhiyallahu anha: sesungguhnya Rasulullah SAW pada suatu malam pernah melaksanakan salat kemudian orang-orang salat dengan beliau, kemudian beliau salat pada malam selanjutnya dan orang-orang yang mengikutinya tambah banyak kemudian mereka berkumpul pada malam ke tiga atau keempat dan Rasulullah SAW tidak keluar untuk salat bersama mereka. Dan di pagi harinya Rasulullah SAW berkata, “Aku telah melihat apa yang telah kalian lakukan dan tidak ada yang menghalangiku untuk keluar (shalat) bersama kalian kecuali bahwasanya aku khawatir bahwa shalat tersebut akan diwajibkan.” Rawi hadits berkata, "Hal tersebut terjadi di bulan Ramadhan”.

Para ulama telah sepakat bahwa shalat tarawih hukumnya adalah sunnah. Sudah seyogyanya kita sebagai umat islam untuk senantiasa menjaga shalat sunnah tarawih ini pada tiap malam di bulan Ramadhan.

Para ulama berbeda pendapat dalam menentukan jumlah rakaat shalat tarawih. Adapun jika mengikuti ulama salaf dari kalangan 4 madzhab maka akan kita temukan penjelasannya sebagai berikut:

Madzhab Hanafi: Imam As-Sarakhsi rahimahullah (w. 483 H) salah satu ulama mazhab Hanafi di dalam kitabnya Al-Mabsuth menuliskan sebagai berikut: “Maka sesungguhnya shalat tarawih itu sebanyak 20 rakaat selain witir menurut madzhab kami”

Madzhab Maliki: Imam Ibnu Abdil Barr rahimahullah (w. 463 H) salah satu ulama mazhab Maliki di dalam kitab al-Kaafi Fii Fiqhi Ahlil Madinah berkata: “Ulama salaf mensunnahkan di madinah shalat tarawih 20 rakaat dan witir. Sebagian ulama menganjurkan 36 rakaat dan witir. Dan ini adalah pendapat imam Malik.

Madzhab Syafi’iy: Imam An-Nawawi rahimahullah (w. 676 H) salah satu ulama dalam mazhab Syafi’iy di dalam kitabnya Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab menuliskan sebagai berikut: “Shalat tarawih hukumnya sunah menurut ijma ulama, dan menurut pendapat kami bahwasanya shalat tarawih itu sebanyak 20 rakaat dengan 10 kali salam.”

Madzhab Hanbali: Imam Ibnu Qudamah rahimahullah (w. 620 H) ulama dari kalangan mazhab Hanbali di dalam kitabnya Al-Mughni menuliskan sebagai berikut: “Shalat malam pada bulan Ramadhan sebanyak 20 rakaat, yaitu shalat tarawih, dan hukumnya adalah sunah muakkadah (sunah yang sangat dianjurkan)

Lalu siapa ulama yang mengatakan shalat tarawih itu 8 rakaat? Dan di indonesia ini ternyata banyak juga yang melaksanakan shalat tarawih 8 rakaat. Sepengetahuan kami pendapat yang mengatakan shalat tarawih 8 rakaat itu diantaranya adalah merujuk pada pendapat para ulama kontemporer seperti Syaikh Bin Baaz (w. 1420), Syaikh al-Utsaimin (w. 1421) dan Syaikh al-Albani (w. 1420) Rahimahumullah. Wallahualam Bissawab.

Demikian sahabat gomuslim, penambahan 2 dari 33 jenis salat sunnah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. Pada penambahan 2 jenis salat sunnah kali ini lebih kepada yang biasa dilaksanakan pada bulan Ramadhan yaitu Salat Tahajud, Salat Terawih. (hmz)

Sumber:

- Sambungan, 33 Macam Salat Sunnah, Muhammad Ajib, Lc., MA., Rumah Fiqih Indonesia.

 

Baca juga:

Bagian Pertama, 33 Macam Salat Sunnah yang Dianjurkan


Back to Top