Bagian Pertama, 33 Macam Salat Sunnah yang Dianjurkan

gomuslim.co.id – Salat Sunnah adalah salat yang dianjurkan untuk dilaksanakan namun tidak bersifat wajib. Sehingga tidak berdosa bila muslim meninggalkan salat sunnah. Namun apabila dilakukan dengan baik dan benar serta penuh keikhlasan, maka akan tampak hikmah dan rahmat dari Allah SWT yang begitu indah.

Salat Sunnah juga dapat menjadi penyempurna salat wajib. Maksudnya adalah ketika ada penilaian salat wajib kita masih ada kekurangan, maka salat sunnah lah yang menutupi kekurangan dari salat wajib yang kita laksanakan.

Barangkali kita bertanya-tanya, salat sunnah itu sebetulnya apa saja? Ada berapa jumlah salat sunnah yang bisa kita lakukan?.

Salat sunnah itu ada 33 macam. Salat sunnah dalam berbagai macam sumber refrensi kitab fikih, paling tidak jumlahnya ada sekitar 33 macam jenis salat sunnah. Angka ini mungkin saja belum final. Bisa saja lebih banyak jumlahnya. Akan tetapi yang kami sebutkan dalam buku ini hanya sebatas yang kami ketahui rujukannya saja.

Dari 33 macam salat sunnah ini ternyata ada yang disepakati hukumnya oleh para ulama. Ada juga yang tidak disepakati mengenai hukumnya. Artinya ada khilafiyah diantara ulama dalam hal boleh atau tidak melaksanakannya. Berikut ini penjelasan mengenai 33 macam salat sunnah:

Sahabat gomuslim, penulis akan membuat beberapa artikel bersambung terkait 33 macam salat sunnah.

Salat Rawatib

Salat rawatib adalah salat sunnah yang dikerjakan untuk mengiringi salat fardhu 5 waktu. Dengan istilah lain, salat rawatib itu sebenarnya adalah salat qabliyah dan ba’diyah.

Qobliyah artinya salat sunnah yang dikerjakan sebelum salat fardhu. Sedangkan ba’diyah artinya salat sunnah yang dikerjakan setelah salat fardhu.

Salah satu hikmah disunnahkannya salat rawatib adalah untuk menutupi kekurangan yang ada pada salat fardhu seperti kurang khusyu.

Dalil pertama mengenai 4 rakaat sebelum zuhur dan 4 rakaat setelah Zuhur. Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dan Imam Tirmidzi, “Dari Ummu Habibah radhiyallahu ‘anha, sesungguhnya Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: Barang siapa menjaga 4 rakaat sebelum Zuhur dan 4 rakaat setelah Zuhur maka Allah haramkan dirinya dari api neraka”.

Dalil kedua mengenai salat 4 rakaat sebelum salat Ashar. Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Imam Abu Dawud, Imam at-Tirmidzi dan Imam Ibnu Khuzaimah, “Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma beliau berkata: Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: Allah merahmati (menyayangi) seseorang yang mengerjakan salat 4 rakaat sebelum salat Ashar”.

Dalil ketiga mengenai 2 rakaat sebelum Magrib. Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, “Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu beliau berkata: Kami para sahabat pernah salat sunnah setelah matahari terbenam (sebelum salat fardhu magrib). Ketika itu Nabi shallallahu alaihi wasallammelihat kami, beliau tidak menyuruh kami dan tidak melarang kami”.

Dalil keempat menguatkan hadits sebelumnya. Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari, “Dari Abdullah bin Mughoffal radhiyallahu ‘anhu, sesungguhnya Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: Salatlah kalian sebelum salat Magrib, (beliau mengucapkan sampai 3 kali) kemudian mengucapkan “bagi yang mau saja”.

Dalil kelima mengenai 2 rakaat setelah Magrib. Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Imam Muslim, “Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma beliau berkata: Saya telah menjaga 10 rakaat salat sunnah dari Nabi shallallahu alaihi wasallam, yaitu 2 rakaat sebelum Zuhur, 2 rakaat setelah Zuhur, 2 rakaat setelah Magrib di rumahnya, 2 rakaat setelah Isya’ di rumahnya dan 2 rakaat sebelum Subuh".

Dalil keenam mengenai 2 rakaat sebelum Isya’. Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Imam Muslim, “Dari Abdullah bin Mughoffal radhiyallahu ‘anhu, sesungguhnya Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: Diantara dua azan (maksudnya antara azan & iqamah) ada salat sunnah. (beliau mengucapkan sampai 3 kali) kemudian mengucapkan “bagi yang mau saja”.

Dalil ketujuh mengenai 2 rakaat setelah Isya’. Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Imam Muslim, “Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma beliau berkata: Saya telah menjaga 10 rakaat salat sunnah dari Nabi shallallahu alaihi wasallam, yaitu 2 rakaat sebelum Zuhur, 2 rakaat setelah Zuhur, 2 rakaat setelah Magrib di rumahnya, 2 rakaat setelah Isya’ di rumahnya dan 2 rakaat sebelum Subuh”.

Dalil kedelapan mengenai 2 rakaat sebelum Subuh. Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, “Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha beliau berkata, dari Nabi shallallahu alaihi wasallam beliau bersabda: salat 2 rakaat sebelum Subuh lebih baik dari pada dunia dan seisinya”.

Salat Sunnah Wudhu

Salat sunnah wudhu adalah salat sunnah yang dilakukan setelah kita melakukan wudhu. Ada hadits shahih yang menunjukkan tentang kesunnahan untuk mengerjakan salat sunnah wudhu.

Dalil pertama hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, “Dari Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu beliau berkata: Aku melihat Nabi shallallahu alaihi wasallam berwudhu, kemudian beliau bersabda: Siapa yang berwudhu seperti wudhuku yang ini kemudian dia salat 2 rakaat tidak berbicara (masalah dunia) di dalamnya maka diampuni dosa-dosanya (yang kecil) yang telah lalu”.

Dalil kedua misalnya hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, “Dari Uqbah bin Aamir radhiyallahu ‘anhu dia telah mendengar Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: Tidaklah seorang muslim berwudhu lalu menyempurnakan wudhunya dan salat 2 rakaat dengan hati dan wajahnya kecuali wajib baginya surga”.

Jumlah rakaatnya sebagaimana yang telah disebutkan oleh Imam an-Nawawi rahimahullah bahwa salat sunnah wudhu minimal 2 rakaat. Jika ingin menambah lebih dari itu maka hukumnya boleh. Bahkan salat sunnah wudhu boleh dikerjakan kapan saja. Termasuk di waktu terlarang pun boleh dikerjakan. Asalkan jangan sengaja ingin mengerjakan di waktu yang terlarang.

Menggabung Niat Salat Sunnah 

Para ulama mengatakan bahwa diperbolehkan menggabungkan dua niat salat sunnah dalam satu ibadah. Misalnya ketika kita sudah wudhu lalu masuk masjid ternyata waktu untuk iqamah tinggal 2 menit lagi. Tentu saja jika kita melaksanakan semua salat sunnah seperti salat sunnah wudhu, salat tahiyatul masjid, salat qobliyah maka waktunya tidak akan cukup.

Lalu apa yang harus kita lakukan? Yang harus kita lakukan adalah salat sunnah qobliyah saja. Sebab secara otomatis fadhilah salat sunnah wudhu dan tahiyatul masjid sudah terkandung di dalam 2 rakaat qobilyah tadi. 

Salat Tahiyyatul Masjid

Salat tahiyatul masjid adalah salat sunnah yang dikerjakan ketika kita masuk masjid sebagai penghormatan terhadap masjid. Kecuali di Masjidil Haram yang tidak ada salat tahiyatul masjidnya. Sebagai penggantinya adalah melakukan thawaf saja.

Imam ar-Ramli rahimahullah (w. 1004 H) seorang ulama besar madzhab Syafi’iy menyebutkan “Ketahuilah bahwa sesungguhnya penghormatan itu ada banyak bentuknya. Penghormatan terhadap masjid dengan cara salat, penghormatan Kakbah dengan cara Thawaf, penghormatan terhadap tanah haram dengan cara ihram, penghormatan terhadap Mina dengan cara melempar jumrah, penghormatan terhadap Arafah dengan cara Wuquf, penghormatan terhadap seorang muslim dengan cara mengucapkan salam dan penghormatan sang khatib dengan cara khutbah hari Jumat”.

Hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Imam Muslim, “Dari Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu beliau berkata: sesungguhnya Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: Apabila salah satu dari kalian masuk ke dalam masjid maka janganlah duduk terlebih dahulu sebelum melaksanakan salat sunnah 2 rakaat”.

Sahabat, demikian penjelasan tentang 33 jenis salat sunnah yang dapat dilakukan umat muslim. Semoga kita senantiasa menghidupkan salat-salat sunnah. (hmz)

Sumber:

- 33 Macam Salat Sunnah, Muhammad Ajib, Lc., MA., Rumah Fiqih Indonesia.


Back to Top