Ini Peristiwa-Peristiwa Penting yang Terjadi pada Bulan Syawal

gomuslim.co.id - Syawal adalah bulan kesepuluh dalam penanggalan kalender hijriyah. Kehadiran bulan ini selalu dinanti umat Islam di seluruh dunia, karena pada 1 Syawal, umat Islam di seantero dunia merayakan Idul Fitri hari setelah menunaikan ibadah puasa selama sebulan penuh pada Ramadan.

Pada bulan syawal, seorang muslim dianjurkan untuk semakin meningkatkan ibadah dan amalan kepada Allah SWT. Jadi amalan pada bulan Ramadan tidak hanya berakhir di bulan puasa saja, namun terus berkelanjutan dan ditingkatkan pada bulan syawal.

Seperti halnya bulan-bulan lain pada kelender hijriyah, Syawal memiliki keistimewaan tersendiri, seperti puasa di bulan syawal yang nilai amalnya seperti berpuasa seumur hidup.

Rasulullah SAW bersabda:


عَنْ أَبِي أَيُّوبَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ ‏ "‏ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ بِسِتٍّ مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصَوْمِ الدَّهْرِ

Seperti diceritakan dari Abu Ayyub, Rasulullah SAW berkata, "Siapa saja yang berpuasa selama Ramadhan kemudian diikuti enam hari saat Syawal maka seperti berpuasa seumur hidup." (HR Ibnu Majah).

 

Baca juga:

Ini 7 Faedah Puasa Sunnah Syawal

 

Selain keistimewaan amalan-amalan sunah, ternyata ada peristiwa-peristiwa penting yang terjadi di bulan syawal yang perlu kita ketahui. Berikut peristiwa-peristiwa besar yang terjadi di bulan syawal yang dirangkum gomuslim dari berbagai sumber.

Rasulullah SAW Menikahi Aisyah

Syawal 2 H Rasulullah SAW menikah Aisyah putri Abu Bakar. Menurut berbagai sumber, Aisyah merupakan satu-satunya istri Nabi yang dinikahi dalam keadaan masih gadis.

Rasulullah SAW menikahi Ummu Salamah

Syawal 4 H, Nabi menikahi Ummu Salamah, seorang janda yang berhijrah 2 kali bersama suaminya, setelah Abu Salamah meninggal dalam menunaikan tugas dakwah, maka Nabi menikahinya untuk menguatkan Islam.

Perang Khandaq

Perang Khandaq yang berlangsung pada Syawal, lima tahun setelah hijrah. Ini merupakan kali pertama perang dengan strategi yang dicetuskan seorang Persia-Muslim, Salman al-Farisi. Di negerinya, kubu-kubu menciptakan parit yang dalam dan lebar guna menghalau pasukan musuh. Rasulullah menyetujui ide ini setelah berunding dengan para sa habat, termasuk Salman. Bahkan, Ra sulullah dengan tangannya sendiri ikut ber sama- sama membangun parit perta hanan itu. Total pasukan Muslim menca pai 3. 000 orang, sedangkan pasukan seku tu kaum musyrik sebanyak seribu orang. Dalam perang ini, kubu musyrikin me ngalami kekalahan karena diterjang angin puyuh setelah menunggu lama di luar parit.

Perang Uhud

Perang Uhud yang pecah pada 15 Syawal, yakni tiga tahun setelah hijrah nya Nabi SAW. Sebanyak 700 pasukan Muslim berhadapan dengan sekitar 3.000 pasukan musyrik. Awalnya, umat Islam mendominasi jalannya pertempuran. Orang-orang musyrik terdesak sehingga meninggalkan harta benda yang mereka bawa. Disinilah sekelompok pasukan Muslim yang bertugas sebagai pemanah di puncak-puncak bukit lengah. Mereka lantas turun meskipun sebelum nya Rasulullah SAW telah berpesan agar mereka tetap bertahan, apa pun yang terjadi di tengah medan laga. Khalid bin Walid, yang waktu itu masih kafir, dan anak buahnya melihat celah untuk menyerang balik. Akhirnya, barisan Muslimin kocar-kacir. Bahkan, Rasulullah SAW mengalami luka-luka yang cukup parah. Alquran surah Ali Imran ayat 121 turun berkenaan dengan peristiwa ini.

وَإِذْ غَدَوْتَ مِنْ أَهْلِكَ تُبَوِّئُ ٱلْمُؤْمِنِينَ مَقَٰعِدَ لِلْقِتَالِ ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Dan (ingatlah), ketika kamu berangkat pada pagi hari dari (rumah) keluargamu akan menempatkan para mukmin pada beberapa tempat untuk berperang. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (QS. Ali-Imran:121)

Perang Bani Qainuqa

Perang Bani Qainuqa yang terjadi pada Syawal tahun kedua hijrah. Kali ini, umat Islam Madinah menghadapi fitnah yang dilancarkan kaum Yahudi. Lantaran kejahatan dan pengkhianatan kaum Yahudi itu sudah keterlaluan, Rasulullah memutuskan mengusir mereka dari Madinah. Beliau memimpin pasukan Muslim untuk menghalau mereka keluar.

Perang Bani Sulaim

Perang Bani Sulaim yang terjadi pada Syawal juga di tahun kedua hijrah. Lokasinya ada di Kudri. Saat itu, ada sekitar 200 orang pasukan Muslim yang berarak menuju Qarqarah al-Kadri. Rasulullah memimpin mereka dalam menghadapi Bani Sulaim dan Gathafan. Namun, musuh-musuh Islam itu pada akhir nya melarikan diri.

Perang Hunain

Perang Hunain, terjadi pada enam syawal tahun kedelapan Hijriyah. Saat itu, kaum Muslim menghadapi suku Hawazin dan suku Tsaqif. Dua pekan lamanya Perang Hunain berlangsung setelah Rasulullah berhasil memimpin kaum Muslim dalam menaklukkan Makkah tanpa pertumpahan darah. Dengan demikian, pasukan Muslim di medan Hunain cukup diuntungkan dengan kondisi mental yang penuh kegemilangan. Dari total 12 ribu pasukan Muslim, sebanyak 2. 000 di antaranya berasal dari dukungan Quraisy Makkah. Hasilnya, Perang Hunain dimenangkan kaum Muslim.

 

Baca juga:

Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Puasa Syawal, Ini Ketentuannya

 

Perang Hunain merupakan salah satu perang yang disebutkan dalam Al-Quran, yaitu di Surat At-Taubah ayat 25 dan 26. Dalam Surat At-Taubah ayat 25, Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah telah menolong kamu (hai para mukminin) di medan peperangan yang banyak, dan (ingatlah) peperangan Hunain, yaitu di waktu kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlah (mu), Maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikitpun, dan bumi yang luas itu telah terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari ke belakang dengan bercerai-berai”.

Sementara itu, di ayat 26, Allah berfirman, “Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang yang beriman, dan Allah menurunkan bala tentara yang kamu tiada melihatnya, dan Allah menimpakan bencana kepada orang- orang yang kafir, dan demikianlah pembalasan kepada orang-orang yang kafir.

Pengepungan Thaif

Pengepungan Thaif yang meru pakan imbas dari Perang Hunain. Di sini, sisa-sisa kekuatan suku Hawazin dan Tsaqif yang berhasil melarikan diri dari Perang Hunain bertahan di benteng yang cukup kuat. Namun, pasukan Muslim meng gempur benteng tersebut dengan pelbagai pesenjataan, termasuk pelempar batu (manjaniq) dan pendobrak (dab babah).

Kelahiran Abdullah bin Zubair

Syawal 1 H, kelahiran Abdullah bin Zubair. Dengan lahirnya beliau, dan dialah bayi pertama muhajirin yang lahir di Madinah, setelah tersebarnya isu seorang ahli tenung Yahudi telah menyebarkan tenungnya kepada kaum muslimin sehingga mereka mandul semua.

Kelahiran dan wafatnya Imam Bukhari

Kejadian lainnya yang patut dicatat adalah kelahiran Imam Bukhari. Pada 13 Syawal 194 Hijriyah di Bukhara, Uzbekistan, sosok ini lahir. Sepanjang hayatnya, beliau amat berjasa dalam merealisasikan kompilasi hadis- hadis Nabi SAW. Karyanya, Shahih al- Bukhari, masih menjadi rujukan utama hingga saat ini. Uniknya, guru Imam Muslim ini juga wafat pada bulan Syawal, tepatnya di malam Idul Fitri 256 Hijriyah.


Back to Top